Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Tangerang Selatan masih memeriksa Raffi Idzamallah, pria yang diduga merudapaksa perempuan berinisial AF di kediamannya di Bintaro, Tangsel. Menurut Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan, sebelum melakukan aksinya, pelaku mulanya berniat curi ponsel milik korban.
"Motif mau nyuri, ketahuan korban (AF) kemudian korban dipukul. Jadi korban ini bangun, dipukulin terus perkosa korban," ungkap Iman saat dikonfirmasi, Senin (10/8).
Pelaku menggunakan besi untuk memukul korban. Setelah itu, korban lantas dirudapaksa. Raffi lantas pergi meninggalkan korban dan membawa ponsel AF.
"Usai dipukul itu korban berdarah dan pingsan. Habis itu dia nyuri handphone milik korban," ujar dia lagi.
Polisi telah menangkap Raffi Sabtu (8/8) lalu di daerah Parigi Lama, Pondok Aren, Tangsel.
Baca juga: Viral Cerita Perempuan Korban Rudapaksa, Polisi Buru Pelaku
Kejadian yang menimpa AF diketahui terjadi hampir setahun lalu. Ia juga sudah melaporkan ke pihak berwajib pascaperistiwa tersebut, namun ia menuturkan secara hukum tidak dapat menjerat Raffi ke polisi karena kurangnya alat bukti.
Menurut Iman, lamanya proses penyelidikan disebabkan AF tidak mengenal korban saat membuat laporan. Oleh sebab itu, pihaknya membutuhkan waktu untuk menyelidiki identitas pelaku.
"Awal laporan korban tidak mengetahui atau mengenal pelaku. Maka kami butuh waktu untum menyelidiki identitas pelaku," tutur Iman.
Hampir setahun memendam pilu, AF lantas membagikan ceritanya di media sosial Instagram maupun Twitter-nya pada Jumat (7/8) lalu.
Berdasarkan unggahannya, rudapaksa tersebut terjadi setelah AF bangun dari tidur. Ia merasa ada bayangan hitam dari seseorang yang membangunkannya. Saat mengikuti orang tersebut ke kamar rias, AF melihat pria yang tidak pernah dilihatnya sama sekali.
Pria yang diketahui bernama Raffi memukul kepala AF hingga berdarah dan tidak sadarkan diri. Selain itu, ia juga mengancam dengan sebilah pisau agar tidak teriak sebelum akhirnya merudapaksa AF.(OL-5)
Dokumen pengadilan mengungkap petinggi Sony Pictures sebut karier Blake Lively "berakhir" akibat kontroversi film It Ends With Us.
Selain proses hukum yang tegas, Dadang juga mendesak penanganan komprehensif terhadap para terduga korban, termasuk penyediaan layanan pendampingan psikolog dan psikiater bila diperlukan.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved