Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap 20 pengedar narkotika dari tiga kelompok berbeda.
Dari ketiga kelompok tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus menyebut ada 31,2 kilogram sabu, 235 kilogram ganja, serta 2.823 ekstasi yang berhasil disita.
Menurut Yusri, ada enam tersangka yang diringkus dari kelompok pertama. Pengungkapan kelompok ini diawali dari informasi masyarakat ihwal peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Baca juga: Anies Ancam Pengusaha Pelanggar PSBB Transisi Sanksi Pidana
"Kita selidiki dan menangkap seorang berinisial IDR dengan barang bukti 2 klip sabu seberat 1,02 gram," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7).
Berdasarkan pengembangan yang dilakukan, pihak kepolisian kemudian menangkap pelaku yang berada dalam jaringan tersebut, antara lain ARF, RNY, CF, dan ED. Dari hasil pemeriksaan, diketahui barang haram tersebut dikendalikan oleh seorang residivis berinisial GEO.
Yusri menjelaskan saat akan ditangkap di sekitar Mall Tangerang City, GEO melakukan perlawanan. Oleh sebab itu, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku. Namun, saat akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati, GEO meninggal dunia.
Dari kelompok ini, pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti sebanyak 4,597 kilogram sabu dan 1.604 butir ekstasi.
Kelompok lain yang berhasil diungkap Ditres Narkoba PMJ berada di sebuah perumahan di Tangerang Selatan dan Gunung Sindur Bogor. Setidaknya ada dua tersangka yang ditangkap, yakni BL dan VV.
Yusri menjelaskan kelompok ini mengedarkan narkotika jenis sabu. Modus yang dilakukan adalah dengan mengamas sabu ke dalam bungkus teh China.
"Barang bukti enam kilogram sabu, modusnya dikemas bentuk kemasan teh China. Ini sama, berdasarkan informasi masyarakat," kata Yusri.
Kelompok terakhir merupakan pengembangan yang dilakukan Polres Metro Jakarta Barat. Kasus yang diungkap pada 6 Juli 2020 lalu berhasil menangkap 12 orang sebagai tersangka. Mereka adalah RS, RK, MA, FB, FS, AS, PP, MY, AK, RN, MF, dan AH.
Dari kelompok tersebut, Yusri menyebut barang bukti yang berhasil disita berupa 20,5 kilogram sabu, 1.219 butir ekstasi, serta 75 kilogram ganja.
"Modus mereka menggunakan jasa pengiriman paket," jelas Yusri.
Seluruh narkotika yang disita diduga berasal dari Pulau Sumatra dan Aceh.
Berdasarkan pengakuan tersangka RK, barang haram tersebut dikendalikan dari seseorang yang berada di Aceh dan bersatatus DPO. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mengembangkan pengungkapan tersebut. (OL-1)
Kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang merampas harta benda masyarakat secara paksa.
POLISI melakukan penggeledahan terhadap pengemudi mobil yang lawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Polisi mendapati ada empat pasang TNKB berlainan dan senjata tajam
Simak kronologi lengkap pengemudi Calya (HM) yang ugal-ugalan dan lawan arus di Gunung Sahari, Jakpus. Polisi ungkap alasan pelaku hingga temuan sajam di mobil.
Polisi mengungkap pelaku penganiayaan terhadap pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, yang videonya viral di media sosial
Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus kecelakaan TransJakarta di Swadarma. Gubernur Pramono Anung sebut faktor human error dan jam kerja sopir.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur tengah mendalami kasus penganiayaan yang melibatkan tiga pegawai SPBU 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved