Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MODEL dan artis, Catherine Wilson, menjalani asesmen di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian (Lemdikpol) RI pada Kamis (23/7) ini.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan itu merupakan permohonan pengacara Keket, sapaan akrab Catherine, kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).
"Jadi barusan saja CW berangkat ke Lemdikpol untuk melakukan asesmen," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/7).
Baca juga: Catherine Wilson Jadi Tersangka Kasus Penggunaan Narkotika
Menurutnya, proses asesmen bertujuan menentukan apakah Catherine perlu direhabilitasi atau tidak. Selain itu, hasil asesmen juga menunjukkan berapa lama proses rehabilitasi yang dibutuhkan.
"Asesmen untuk menentukan apakah yang bersangkutan memang pantas untuk direhabilitasi. Kemudian direhabilitasi berapa lama? Ini tentu hasil asesmen. Apakah harus tiga bulan, enam bulan, atau lebih dari enam bulan," jelas Yusri.
Sembari menunggu keputusan BNNP, Catherine dititipkan di Lemdikpol untuk sementara waktu. Sebelumnya, Catherine ditangkap di kawasan Cinere, Jakarta, pada Jumat (17/7) pagi. Dia ditangkap bersama sekuriti rumahnya berinisial J.
Baca juga: Terjerat Kasus Narkoba, Catherine Wilson: Saya Minta Maaf
Polisi menyita dua klip narkotika jenis sabu seberat 0,4 gram dan 0,6 gram. Dari hasil pemeriksaan urine, Catherine positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Berdasarkan pengakuan kepada polisi, Catherine diketahui sudah konsumsi sabu sejak dua bulan terakhir.
Sampai saat ini, polisi masih mengejar penjual sabu dengan inisial A. Catherine dan J dijerat Pasal 114 dan 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.(OL-11)
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi ungkap identitas eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus (Kontras) berinisial BHC dan MAK lewat rekaman CCTV asli tanpa rekayasa AI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved