Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
OMBUDSMAN Jakarta Raya memanggil dan memeriksa 3 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Kota Depok, Selasa (21/7).
Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, mengatakan pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan dari 3 Kepala SMKN tersebut terkait zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021, beberapa waktu lalu.
Tiga Kepala SMKN yang dipanggil itu ialah Kepala SMKN 1 Lusi Triana, Kepala SMKN 2 Holil dan Kepala SMKN 3 Tatang. SMKN 1, beralamat di Jalan Tapos, Kecamatan Tapos.
Adapun SMKN 2, beralamat di Jalan Sawangan, Kecamatan Sawangan dan SMKN 3 beralamat di Jalan Merdeka, Kecamatan. Sukmajaya.
"Kami meminta Kepala SMKN 1, 2, 3 untuk menjelaskan permasalahan sistem saat PPDB lalu kebijakan apa yang diambil untuk penyelesaiannya," kata Teguh kepada Media Indonesia, Selasa (21/7).
Kata Teguh, 3 Kepala SMKN hadir di Kantor Ombudsman Jakarta Raya untuk memenuhi pemanggilan tersebut. Sesuai jadwal, klarifikasi berlangsung pada pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.
Baca juga: Anies Berencana Satukan PPDB Negeri dan Swasta
Teguh mengatakan 3 Kepala SMKN memberikan penjelasan sekaligus klarifikasi terkait laporan orang tua siswa yang masuk ke Ombudsman Jakarta Raya.
"Permasalahannyakarena masalah zonasi, bukan pungutan liar atau jual beli bangku," kata Teguh.
Teguh mengingatkan sekolah-sekolah baik SMKN maupun SMA negeri di Kota Depok tidak melakukan praktik jual beli kursi atau bangku kepada siswa.
Seorang guru SMA 2 Kota Depok melaporkan di SMA 2 Kota Depok masih kosong 1 ruang kelas.
"Hanya 9 dari 10 ruang kelas yang di pakai. (Ada) 1 ruang kelas untuk 36 peserta didik dikosongkan, " katanya, Senin (20/7).
Ia menduga 1 ruang kelas kosong tersebut akan dijual belikan atau diberikan kepada siswa titipan, yang hingga saat ini belum diterima sebagai peserta didik.
Sama dengan SMA 2, SMA negeri lainnya seperti SMA 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 kata guru tersebut juga mengosongkan masing-masing 1 dari 10 ruang kelas.
"Oleh karena itu, lembaga terkait segera menginvestigasi dan mengusut kasus tersebut untuk menghindari praktek jual beli kursi, mengingat masih ada ribuan calon siswa diluar sana yang belum terdaftar sebagai peserta didik di Kota Depok, " pungkasnya. (A-2)
Para siswa menampilkan berbagai produk inovatif hasil produksi sendiri, mulai dari sektor Food and Beverage (FnB), digital printing, web hosting, hingga produk kebersihan rumah tangga.
Unpas dan Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dalam penguatan lulusan SMK.
Roadshow diselenggarakan di Bandung, Makassar, dan Semarang, pada 1, 3, dan 4 Desember 2025.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland  menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kebutuhan akan System Administrator (SysAdmin) terus meningkat.
FAKULTAS Ilmu Komunikasi (Fikom) dan Fakultas Desain dan Seni Kreatif (FDSK) Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar pelatihan.
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved