Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus terkait kematian news video editor Metro TV, Yodi Prabowo, 25.
Menurut Yusri, tim tersebut dibentuk berdasarkan perintah langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.
"Kapolda Metro sudah memerintahkan untuk membentuk tim khusus yang dikendalikan oleh Krimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Polsek Pesanggarahan untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan pada kasus tersebut," kata Yusri saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/7).
Baca juga: Komisi III Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Editor Metro
Yusri menjelaskan Yodi ditemukan dalam kondisi sudah meninggal sejak dua sampai tiga hari. Berdasarkan hasil autopsi awal, terdapat luka pada bagian leher dan dada korban.
"Sementara memang yang kita temukan ada luka-luka terbuka pada leher dan dada korban akibat senjata tajam. Dan juga ada pukulan senjata tumpul pada bagian leher. Sementara masih kita tunggu hasil lanjutan autopsi," papar Yusri.
Yusri juga menyebut barang-barang milik Yodi tidak hilang di lokasi kejadian.
"Barang-barang milik korban di TKP itu tidak hilang. Ada satu unit Honda Beat, satu baju korban, satu bilah pisau dapur dan kemudian sepatu, jaket, kamera bahkan dompet ada di TKP. Makanya ini akan kita dalami lagi," tandas Yusri.
Sebelumnya, mayat Yodi ditemukan di Pinggir Tol JORR Pesanggrahan Jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan pada Jumat (10/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Yodi ditemukan meninggal setelah sempat hilang sejak Selasa lalu.
Berdasarkan informasi, beberapa saksi melihat motor milik Yodi di sebuah warung bensin pada Rabu (8/7) pukul 02.00 WIB.
Pihak Metro TV meminta polisi mengusut tuntas kejadian tersebut. Hal itu disampaikan oleh News Director Metro TV Arief Suditomo.
"Kami memohon kepada pihak kepolisian untuk segera menuntaskan penyidikan sehingga kami dapat menemukan titik terang atas kejadian ini," ujar Arief.
Yodi diketahui telah bergabung bersama Metro TV sejak 15 Desember 2015. Yodi merupakan video editor di redaksi dan terakhir bertugas pada Selasa (7/7) pukul 15.00-22:27 WIB. (OL-1)
AJANG penghargaan nasional Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 sukses digelar di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta, pada Jumat (20/2).
JURNALIS Metro TV di Bulukumba, Ifa Musdalifah, harus berhadapan dengan ancaman digital usai menjalankan tugasnya meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2).
DIREKTUR Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan pentingnya penguatan publikasi kerja-kerja penyediaan air bersih di Jakarta.
Mengusung tema Journey With Empathy, Metro TV menempatkan empati sebagai fondasi jurnalisme yang ingin terus dijaga dalam setiap langkah ke depan.
Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Aries Fadhilah secara simbolis menyerahkan paket bantuan di tiga yayasan sekitar Kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (19/3)
Adapun paket seragam terdiri baju sekolah, baju pramuka, celana atau rok, sepatu, tas, dan peralatan keperluan sekolah lainnya dengan kisaran harga Rp1,2 juta per paket.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi ungkap identitas eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus (Kontras) berinisial BHC dan MAK lewat rekaman CCTV asli tanpa rekayasa AI.
Polda Metro Jaya ungkap kronologi penyiraman cairan berbahaya ke aktivis KontraS Andrie Yunus. Pelaku terbagi tim pantau & eksekutor. Cek detailnya!
POLDA Metro Jaya mengungkap perkembangan kasus penyiraman Aktivis Kontras Andrie Yunus dengan mengungkap wajah dua terduga pelaku.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved