Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menegaskan dirinya belum berencana membuka sekolah-sekolah di Jakarta untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka pada tahun ajaran baru mendatang.
Hal ini disampaikannya menanggapi kebijakan pemerintah pusat yang mempersilahkan daerah membuka sekolah untuk khusus wilayah dengan status zona hijau atau bebas dari covid-19.
Saat ini sekolah di DKI belum aktif karena tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli mendatang. "Kami di DKI baru akan membuka sekolah setelah benar-benar aman. Saat ini belum aman untuk anak-anak," kata Anies, Selasa (16/6).
Anies menegaskan pihaknya masih akan menggunakan metode belajar dan mengajar dari rumah. "Setelah bulan Juli kita lihat seperti apa," ujar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Untuk para orantua, Anies menyampaikan agar tidak khawati terhadap keselamatan anak-anak di sekolah. Pihaknya akan menjamin keamanan situasi pandemi covid hingga dapat teratasi lebih dulu baru sekolah akan dibuka setelahnya.
"Saya ingin para orang tua dan masyarakat di Jakarta yakin bahwa pemerintah DKI Jakarta memprioritaskan keselamatan warga. Nomor satu keselamatan. Lebih baik aman, lebih baik berhati-hati daripada menyesal di kemudian hari. Saya ingin orang tua tenang, pemerintahnya bekerja melindungi anaknya," tegas Anies.(OL-4)
Ia juga bercita-cita menjadi astronom serta menempuh kuliah di kampus terkenal kelas dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.
Instruksi itu merupakan turunan dari perintah Divisi Kabinet Pemerintah Bangladesh sebagai langkah lebih lanjut untuk menekan permintaan energi di sektor-sektor tertentu.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Setelah tidur malam, kadar glukosa dalam tubuh menurun. Padahal, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama untuk berpikir dan berkonsentrasi.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved