Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan ditutup sejak 16 Maret lalu. Namun, warga bisa menonton satwa secara tidak langsung atau melalui daring.
"Besok (17/5) hari Minggu jam 10, bisa lihat Harimau Sumatera. Melalui live streaming di akun instragram @ragunanzoo," ungkap Kepala Satuan Pelaksana Promosi Taman Margasatwa Ragunan Ketut Widarsana kepada Media Indonesia, Sabtu (16/5).
Selain itu, dilansir dari instagram Taman Margasatwa Ragunan, pihak pengelola juga memastikan kebutuhan pakan untuk ribuan satwa aman selama ditutupnya tempat wisata tersebut.
Baca juga : Anies Ungkap Ada 67 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta
"Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan (UP TMR) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta dengan ini disampaikan bahwa Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku Kepala Daerah sangat fokus dengan kesejahteraan satwa di UP TMR, dimana kebutuhan pakan satwa TMR Tahun 2020 tercukupi dari aPBD DKI," ujar info tersebut.
Pasalnya, berdasarkan survei internal dari 60 anggota PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia), 90% pengelola hanya bisa bertahan memberi pakan ke satwa-satwa dalam satu bulan.
Saat ini jumlah koleksi satwa di Taman Margasatwa Ragunan tercatat sekitar 2.100 ekor lebih yang berasal dari berbagai jenis satwa baik dari ukuran kecil sampai besar, dari reptil hingga mamalia semua jenis lengkap ada di kebun binatang milik pemerintah tersebut. (OL-7)
Langkah ini dilakukan menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved