Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Dua Hari Menanti Sembako yang Tak Kunjung Tiba

Sri Utami
14/4/2020 16:09
Dua Hari Menanti Sembako yang Tak Kunjung Tiba
Paket sembako untuk warga terdampak covid-19(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

SUDAH dua hari ini Ratih,35, merasa tidak tenang. Dalam sehari dia bisa sepuluh kali naik turun tangga kontrakannya hanya untuk memastikan barang yang diharapkan datang. Sembako itulah yang saat ini sangat dinantikan ibu dua anak itu. Bahan pangan yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah itu bagi Ratih laksana hujan saat kemarau panjang.

"Ya Allah saya berharap banget dapat sembako itu," ucapnya berharap.

Hari-hari Ratih memang jadi lebih berat setelah pandemi virus korona melanda. Suaminya yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring tidak bisa memberikan penghasilan seperti dulu. Dia pun terpaksa merepotkan orang tuanya untuk sekadar makan sehari-hari.

"Mau bagaimana lagi memang bukan hanya kami yang susah semua orang pasti susah tapi bantuan dari pemerintah ini betul-betul membantu," imbuhnya, Selasa (14/4).

Warga Kebon Jeruk Jakarta Barat ini tidak hanya menunggu di rumah saja dia sudah berupaya mencari informasi kepada RT di tempatnya mengontrak sepetak rumah.

"Kalau dari RT katanya untuk wilayah sini sudah mau dibagikan. Tapi dapatnya cuma untuk 300 kepala keluarga. Semoga kami dapat," ujarnya kembali berharap.

Sebetulnya sambung Ratih dia tetap merasa khawatir bukan karena jumlahnya yang terbatas tapi takut ada yang berbuat curang. Dia bergarap yang pemerintah bisa tepat dan segera membagikan sembako di tengah kesulitan masyarakat hadapi pandemi virus korona.

"Saya takutnya kalau ada yang curang. Tapi semoga enggak. Orang sudah susah ditambah ada yang curang," cetusnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Munah,55. Meski dia memiliki gaji bulanan suaminya yang bekerja sebagai guru SD namun gaji tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhannya sehari-hari. Sehingga dia pun harus mencari penghasilan lain dengan menerima jasa cuci seterika di beberapa rumah.

"Sekarang lagi sepi orang-orang pada takut korona jadi saya enggak gosok-gosok ini," ungkapnya.

Munah berharap dia bisa mendapatkan sembako yang dibagikam oleh pemerintah tersebut.

"Siapa yang engggak butuh sembako ya tapi kalau ada bantuan uang itu lebih bagus lagi," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan bantuan sosial ke rumah-rumah warga dari 1,25 juta keluarga miskin dan rentan di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penyaluran bantuan dilakukan dengan pengantaran langsung ke rumah tangga sasaran agar masyarakat tetap berkegiatan di rumah. Bantuan yang diberikan berupa paket khusus bahan makanan, masker kain dan sabun yang dikemas rapat dan higiensis. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya