Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Pilu Gagal Resepsi Gara-gara Korona

Insi Nantika Jelita
13/4/2020 14:53
Pilu Gagal Resepsi Gara-gara Korona
Pernikahan di tengah pendeamik korona terpaksa hanya dilangsungkan di KUA tanpa pesta.(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

HARAPAN manis pasangan muda ini mengenakan jas dan gaun pengantin saat resepsi buyar. Penularan Covid-19 yang semakin luas menyebar ke hampir pelosok daerah, termasuk di Tapos, Depok, asal pasangan ini tinggal.

Ara, 27 tahun, mengaku sudah menyiapkan dengan matang acara resepsi yang seharusnya digelar pada (4/4) lalu. Namun, tidak bisa melawan kehendaknya, ia bersama pasangannya memutuskan untuk menunda acara tersebut H-7.

"Biaya sudah keluarkan semua satu bulan sebelum resepsi. Untuk bayar gedung Rp160 juta, kalau ditotal bisa Rp250 juta. Itu enggak bisa dibalikin ke kami," lirih Ara kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (13/4).

Ara mengatakan, acara sakral itu diagendakan mundur hingga Juni mendatang. Syukur kalau penularan Covid-19 sudah ditangani. Keputusan itu, katanya, juga sudah dirundingkan keluarga dua pihak. Ia tetap melaksanakan akad pernikahan pada (4/4).

Ara bercerita bahwa saat melaksanakan ijab kabul, hanya keluarga dekat dari dua pihak yang hadir di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tapos, Depok.

Memakai masker dan sarung tangan, hubungan dua insan itu diresmikan dihadapan penghulu.

"Hanya sepuluh orang yang hadir. Di sana cuma satu jam, enggak boleh ramai-ramai. Foto juga seadanya. Sedih bercampur bahagia sih," tutur Ara.

Lain halnya dengan Ara yang telah melaksanakan akad nikah. Seorang pegawai swasta bernama Wendi, berumur 26 tahun menunda acara sakral tersebut hingga September mendatang.

Akad dan resepsi yang direncanakan Juni ini juga diurung karena enggan mengambil resiko ditengah pandemi Covid-19. Wendi bersama pasangannya pun sudah melakukan foto untuk pre wedding.

"Planning nikahnya sudah dari Desember 2019. Kesel sih batal, tapi mau gimana. Ini kan bukan kemauan kita juga tapi karena situasi," kata Wendi.

Wendi mengatakan, pernikahannya bakal digelar dirumahnya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Meski berat, keputusan untuk mengundurkan pernikahan juga sudah dibicarakan oleh kedua keluarga.

Diketahui, menurut data Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, sampai dengan (12/4) sudah ada 908 pasangan yang melakukan pernikahan, dari 2.434 pasangan yang mendaftar ke KUA. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya