Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta pihak eksekutif agar mengalihkan anggaran untuk Formula E untuk penanganan virus corona di Ibu Kota.
"Saat ini Formula E bukan program prioritas lagi, maka anggarannya bisa dialihkan untuk hal yang lebih penting dan mendesak," ujar anggota DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menyampaikan solusi pemanfaatan dana Formula E di DKI Jakarta, Kamis (2/4).
"Total anggaran Formula E besarnya Rp1,6 triliun ada di beberapa tempat mata anggaran. Masa masih mau yakin juga Formula E diselenggarakan di akhir tahun misalkan. Sudah enggak ada orang mau datang," ungkap Mujiyono saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/4).
Hal senada juga dilontarkan ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan itu dengan tegas meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, supaya segera mengalihkan anggaran Formula E untuk menangani virus Corona.
Pendapat serupa juga diungkapkan Mujiono. Politisi Partai Demokrat yang duduk sebagai Ketua Komisi A DPRD DKI itu pun tidak yakin Formula E bisa digelar meski wabah corona telah berakhir.
Daripada rugi semakin besar, lebih baik dialokasikan untuk penanganan virus Corona.
"Anggaplah dibikin di akhir tahun aman, kondisi ekonominya masih belun stabil. Jadi jangankan beli tiket buat nonton Formula E, mendingan buat beli beras. Itu satu hal yg saya sedang desak mereka (eksekutif). Sudah abisin saja dana Formula E, mau buat apaan sih," kata dia.
Menurut Mujiono, sepengetahuan pihaknya pengajuan anggaran untuk Formula E mencapai Rp1,6 triliun.
Rincian anggaran itu di antaranya Rp360 miliar untuk commitment fee, senilai Rp934 miliar untuk penyelenggaraan dan asuransi Formula E.
Selanjutnya PT Jakarta Propertindo selaku penyelenggara juga mengajukan suntikan dana berupa penyertaan modal daerah (PMD) sebanyak Rp305,2 miliar dari APBD DKI 2020.
Terakhir, Pemprov DKI Jakarta mengajukan anggaran senilai Rp600 juta untuk sosialisasi dan pre-event Formula E. (OL-4)
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved