Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Fraksi Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti langkah pemerintah pusat yakni Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menetapkan masa tanggap darurat.
Seperti diketahui Anies baru saja memperpanjang masa Tanggap Darurat Covid-19 di DKI Jakarta yang semula sampai 5 April menjadi sampai 19 April.
Padahal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang tanggap darurat nasional sampai 29 Mei.
"Ya seharusnya beriringan dengan pemerintah pusat. Supaya kompak dan tidak parsial baik dari penetapan, kebijakan sampai antisipasi," kata Wibi ketika dihubungi Media Indonesia, Sabtu (28/3).
Baca juga: Anies Perpanjang Tanggap Darurat di Jakarta Hingga 19 April
Menurutnya jika hanya menetapkan tanggap darurat dua pekan lalu dua pekan, energi Pemprov DKI akan habis untuk memikirkan perpanjangan masa tanggap darurat.
Sehingga baiknya, Pemprov DKI menetapkan tanggap darurat mengikuti pemerintah pusat agar bisa tetap fokus membahas hal-hal mengenai penanganan covid-19.
Wibi pun mengapresiasi segala upaya yang saat ini sudah dilakukan oleh Pemprov DKI seperti menyediakan hotel untuk tempat menginap bagi tenaga medis dan banyaknya anggaran untuk penanganan covid-19.
"Ya sejauh ini Pak Anies sudah on the track. Semua apa yang bisa dia lakukan, sudah ia lakukan. Sejauh ini sudah sangat baik," ungkapnya.
Iapun juga meminta agar masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah untuk menjaga jarak atau social distancing dan tidak bepergian keluar rumah bahkan keluar kota.
"Karena Pemprov DKI sendirian tidak bisa menutup Jakarta. Jakarta berada di bawah pengawasan langsung pemerintah pusat, beda dengan Tegal. Oleh karena itu, masyarakat juga harus paham. Jangan nurutnya hanya saat sudah lockdown," tegasnya.(OL-4)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved