Selasa 10 Maret 2020, 12:45 WIB

Jual Masker Sitaan, Polres Jakut Raih Dana Rp26 Miliar

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Jual Masker Sitaan, Polres Jakut Raih Dana Rp26 Miliar

MI/ANDRI WIDIYANTO
Ilustrasi--Polda Metro Jaya melakukan sidak masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

 

POLRES Jakarta Utara menjual 60 ribu masker dari total 72 ribu masker sitaan dari hasil pengungkapan kasus penimbunan di Pademangan, Jakarta Utara.

"Kami jual sekitar 60 ribu masker. Uangnya sekitar Rp26 juta. Kita menyita 72 ribu, sisa 12 ribu sebagai barang bukti masker dan yang disisihkan untuk dijual 60 ribu," ucap Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa (10/3).

Budhi sengaja tidak menjual semua barang bukti karena menyisihkan untuk diserahkan ke Kejaksaan.

Nantinya, uang hasil penjualan akan dijadikan pengganti barang bukti yang dijual.

"Barang bukti kan menurut KUHP adalah alat atau hasil kejahatan, jadi alatnya itu maskernya, hasil kejahatan uang hasil penjualan maskernya. Sama halnya misal logikanya ada maling HP begitu ditangkap ditanya 'HP-nya mana?' 'udah dijual pak' 'laku berapa?' 'satu juta' 'terus duitnya kemana?' 'sebagian sudah saya beli makan pak, sebagian ada di dompet saya'," ujar Budhi.

Baca juga: Pertengahan Maret, Polda Metro Jaya Uji 45 Kamera ETLE

"Polisi pasti akan menyita uang sisa itu sebagai uang hasil kejahatan. Jadi ini diatur dalam undang-undang," kata Budhi.

Sebelumnya, kasus penimbunan masker di Pademangan terungkap pada Kamis (5/3). Tersangka HK dan TK ditangkap lantaran memanfaatkan momen kasus korona di Indonesia untuk menjual masker dengan harga 10 kali lipat dari harga normal.

Polisi pun menyita seluruh masker tersebut dan dijual dengan harga Rp 4.400 per bungkus yang berisi 10 masker. Setiap orang hanya dapat membeli dua bungkus.

HK dan TK dijerat dijerat Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Mereka juga terancam denda Rp 50 miliar. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Anies: Kapasitas Kantor Non-Esensial Boleh 50%

👤Ant 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 23:50 WIB
Untuk perkantoran sektor esensial kapasitas pegawai WFO ditingkatkan dari 50 persen menjadi 75...
Antara

Libur Maulid 2021TMII Dikunjungi 6.932 Wisatawan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:51 WIB
TAMAN Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur dikunjungi sebanyak 6.932 wisatawan saat libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu...
Ist

Anta Ginting Siap Pimpin Kadin Jakarta Timur

👤Widhoroso 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:22 WIB
WAKIL Bendahara Umum BPP Hipmi, Anta Ginting menegaskan siap bersaing dalam pemilihan Ketua Kadin Jakarta Timur periode...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya