Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMBATAN Penyeberangan Orang (JPO) Patra Kuningan sampai saat ini masih mangkrak pekerjaannya karena sempat terhenti oleh pembangunan LRT di sepanjang Jalan Rasuna Said. JPO sementara pun masih menggunakan peralatan seadanya dan belum ada pembenahan oleh kedua belah pihak (keterlibatannya Adhi Karya dan Pemprov DKI Jakarta).
Sejumlah JPO, seperti JPO Gatot Soebroto yang berada di kawasan Mampang dan JPO yang tersambung dengan Halte Trans-Jakarta Kuningan Barat juga terlihat usang tak terurus dan berkarat.
Baca juga: Pohon yang Ditebang Disebut Tak Bernilai, Ini Harga Pasarannya
Pantauan Media Indonesia, Kamis (6/2) siang, ketika mendatangi lokasi, kondisi jembatan setinggi hampir 10-15 meter itu sudah terlihat menua. Adapun penggunaan CCTV sampai pagar kawat sepanjang JPO Gatot Soebroto juga tidak terawat.
"Sampai sekarang ya kayak gini kondisinya, masih (JPO) sementara, belum dibuat permanen" ujar Yeni, 25, Petugas Halte Trans-Jakarta Patra Kuningan.
Sepanjang badan jembatan juga terdapat tiang konstruksi yang kondisinya sudah tidak laik untuk menopang beban besar dalam jangka waktu lama dan banyak cat mulai pudar serta terkelupas.
"Tapi ada baiknya, kalau (JPO) itu diperhatikan. Kerusakannya apa aja, soalnya kan banyak juga pengguna kendaraan umum yang harus ngelewatin (JPO). supaya enggak membahayakan penggunanya juga" tutur Kiky, 23, Karyawan Swasta.
Warga sekitar juga menilai beberapa JPO tidak ramah bagi pengguna disabilitas (pengguna kursi roda) tanpa adanya akses kursi roda. Dan banyak anak tangga penopang jalan sudah berlumut dan tergerus hingga dapat beresiko bagi pengguna JPO untuk terpeleset atau jatuh. (OL-6)
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved