Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMERA tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/E-TLE) merekam jumlah pelanggar lalu lintas untuk kategori sepeda motor sebanyak 167 orang.
"Jumlah pelanggaran sepeda motor yang ter'capture' kamera E=TLE sebanyak 167 pada masa sosialisasi 1 Februari 2020," kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar di Jakarta, Sabtu (1/2).
Fahri menginformasikan jumlah pengendara sepeda motor yang terkena tangkap layar kamera E-TLE terjadi pada empat lokasi. Dari jenis pelanggaran yang terbanyak, yakni pengendara sepeda motor melintasi jalur Trans-Jakarta sebanyak 88 pelanggaran.
Fahri menuturkan pemotor di jalur Trans-Jakarta Duren Tiga Koridor sebanyak 57 terdiri dari 55 pengendara melintas dan dua pengendara tidak menggunakan helm.
Petugas masih mendata dan menyosialisasikan aturan kamera E-TLE bagi pengendara sepeda motor.
"Sebagai bentuk metode prevensi agar pengendara tidak melanggar karena kamera E-TLE mengawasi pengendara," ujar Fahri.
Baca juga: Uji Coba E-TLE Jalur Trans-Jakarta Sampai Februari
Ditlantas Polda Metro Jaya mulai memberlakukan tilang elektronik untuk sepeda motor per 1 Februari 2020. Penindakan terhadap kendaraan roda dua menggunakan sistem E-TLE akan dilakukan di ruas jalan yang sudah terpasang rambu-rambu E-TLE.
Saat ini kegiatan sosialisasi E-TLE roda dua sudah berjalan dan merekam sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor. Penindakan dalam bentuk tilang akan mulai diberikan per 1 Februari.
Untuk saat ini, pelanggar tetap mendapatkan surat berisi bukti pelanggaran yang dilakukan, hanya saja surat tersebut masih sebatas peringatan.
Tilang elektronik untuk kendaraan roda dua dan roda empat mempunyai prosedur yang sama mulai dari tertangkap kamera hingga pemblokiran STNK.(OL-5)
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved