Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Bhayangkara menggelar rapat pimpinan (rapim) di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Jenderal Idham Azis, mengatakan rapim tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan tugas pada tahun ini.
Idham menyebut salah satu pekerjaan yang akan difokuskan Polri adalah pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020.
"(Rapim) ini untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas yang akan Polri hadapi pada 2020. Tugas tersebut seperti pengamanan pilkada yang berlangsung di 270 wilayah," kata Idham di STIK, Rabu (29/1).
Berdasarkan data per Oktober 2019, Indeks Potensi Kerawanan (IPK) Pilkada Provinsi 2020 menunjukkan Sulawesi Tengah sebagai provinsi paling rawan dengan skor 55,72. Peringkat berikutnya disusul Sulawesi Utara dengan skor 38,09, Kalimantan Selatan dengan skor 37,12, dan Kepulauan Riau dengan skor 34,58.
Baca juga: Polri Mulai Petakan Kerawanan Pilkada 2020
Untuk IPK Pilkada Kota 2020, Tomohon menempati urutan pertama dengan skor 38,09. Disusul Bitung dengan skor 37,12 dan Tangerang Selatan dengan skor 34,58. Sedsngkan IPK Pilkada Kabupaten 2020 menempatkan Nabire dengan skor 80,37 di peringkat teratas. Disusul Timor Tengah Utara dengan skor 79,85, Keerom dengan skor 78,52, dan Manggarai Barat dengan skor 75,57.
Selain pilkada serentak yang dijadwalkan pada September mendatang, Idham juga mengatakan kepolisian akan mengamankan hajatan besar lain, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
"Hal lain yang kita sudah bicarakan adalah pengamanan seluruh proses pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kira-kira itu yang kita bicarakan. Pembinaan personel, kemudian penanganan kasus yang dikerjakan Bareksrim, juga sudah dibicarakan secara teknis," tutupnya.(OL-11)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved