Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah menjelaskan banyak faktor penyebab banjir di DKI Jakarta.
Selain curah hujan yang sangat tinggi, penyebab lain adalah belum optimalnya pembangunan prasarana pengendalian banjir. Dia menyebut sejak 2017 normalisasi sungai belum dapat dilanjutkan karena kendala pembebasan lahan.
"Beberapa sungai yang belum selasai itu Pesanggrahan, Kali Angke, Kerukut, Cipinang, Sunter. Ini belum tuntas semua masih sebgaian kegiatan karena lahan belum bebas," papar Bambang saat menerima kunjungan rombongan Komisi V DPRD RI, di Bendungan Ciawi (Cipayung) beberapa waktu lalu.
Fakta lain yang dibeberkan Bambang adalah soal kondisi di Banjir Kanal Barat (BKB) yang sulit untuk mengalirkan air ke laut termasuk dalam kondisi normal. Hal itu karena di hilir, setelah Botabek, atau setelah pintu air Karet, ada titik- titik yang juga merupakan bottle neck.
"Dari BKB seperti Kali Angke, banyak nelayan, tidak mau normalisasi. Bahkan mereka terus saja menimbun karang- karang di BKB ini. Sampai ada yang mengatakan percuma juga BKB, ngak bisa ngalirin, karena di situlah permasalahannya. Belum ada yang bisa dinormalisasi," jelas Bambang.
Dia juga menyebutkan ada satu jembatan bottle neck di Pantai Indah Kapuk (PIK). Pendirian bangunan jembatan tersebut pun liar alias tidak berizin.
"Jadi jembatan itu, tanpa ijin kami dibangun, sehingga sekarang ini selalu jadi bottle neck di Banjir Kanal Timur," katanya.
Di hadapan para anggota DPR, Bambang menjelaskan progres pelaksanaan pengendalian banjir sungai baik untuk di wilayah barat DKI maupun di wilayah timur DKI.
Baca juga: Tahun Ini, Dinas SDA DKI Bangun 30 Unit IPAL Komunal
Untuk di wilayah barat, katanya, dilakukan normalisasi Sungai Pesanggrahan yang direncanakan sepanjang 42 km dengan kapasitas 260 m3/dt. Saat ini sudah selesai 22,6 km dan sisanya 20 km menunggu pembebasan lahan oleh Pemda DKI.
Untuk normalisasi Sungai Angke, lanjutnya, direncanakan sepanjang 33,4 km dengan kapasitas 203 m3/dtk. Saat ini sudah selesai 26,4 km. Sementara sisanya 7 km juga menunggu pembebasan lahan oleh Pemda DKI dan Pemda Kota Tanggerang.
Kemudian untuk normalisasi Sungai Krukut direncanakan sepanjang 31 km. Saat ini baru selesai 1,5 km.
"Untuk sisanya, kami juga menunggu pembebasan lahan oleh Pemda DKI," katanya.
Sementara itu, pelaksanaan pengendalian banjir sungai di wilayah timur DKI, dilakukan normalisasi Sungai Sunter. Normalisasi sungai sunter direncanakan sepanjang 32,3 km dengan kapasitas 146 m3/dtk.
"Saat ini sudah selesai 28,6 km, sisanya 4 km. Kami masih menunggu pembebasan lahan oleh Pemda DKI," pungkasnya. (A-2)
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
SEORANG pria berinisial AD, 21, meninggal dunia usai tersengat listrik dan tercebur ke Kali Kanal Banjir Barat di Jalan Jati Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat memasang sensor banjir.
WARGA Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi di wilayah Banjir Kanal Barat (BKB). Bayi itu ditemukan dengan kondisi dibungkus plastik.
Pengerukan lumpur dilakukan pada badan sungai, waduk, maupun saluran air untuk menambah kapasitas daya tampung air saat musim penghujan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, sudah menyiagakan petugas pasukan oranye untuk mengantisipasi banjir.
PEMERINTAH Kota Jakarta Timur akan menata ulang Kawasan Kanal Banjir Timur (KBT), khususnya pengaturan waktu pedagang kaki lima (PKL) yang jumlahnya membludak.
Kebijakan ini berkaitan dengan penetapan area crowd free night (CFN) di kawasan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved