Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI diguyur hujan sejak Sabtu (18/1) pukul 01.00 WIB, sejumlah genangan air dan banjir kembali muncul di beberapa titik di wilayah ibu kota Jakarta.
Warga mulai melaporkan hal tersebut melalui sosial media twitter dengan menautkan kepada akun twitter resmi Ditlantas Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro. Laporan adanya genangan itu khususnya terpantau di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Seperti di kawasan Jakarta Pusat, genangan di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Jendral Sudirman (bawah susun Semanggi) terpantau sejak pukul 06.49 WIB.
"Genangan air di Jalan Jendral Sudirman (Kolong Semanggi), pengguna jalan agar waspada dan hati- hati," cuit akun @TMCPoldaMetro.
Untuk banjir di Jakarta Pusat, terpantau terjadi Jalan Pulo Gundul, Tanah Tinggi pada pukul 06.54 WIB berdasarkan laporan masyarakat @taufiqmasri yang disampaikan ulang oleh TMC Polda Metro Jaya.
Baca juga: Hujan 11 Januari Berpotensi Timbulkan Genangan
Selanjutnya untuk wilayah Jakarta Barat, di Jalan Pos Pengumben, Sukabumi Utara terpantau genangan air mulai menguasai jalan raya pada pukul 07.02 WIB.
Genangan lainnya terpantau di Simpang Slipi mengarah ke Slipi Jaya dengan ketinggian 20 sentimeter. Genangan terbaru terpantau di Jalan Tanjung Duren, meski demikian kendaraan masih dapat melintas dengan pengaturan yang dilakukan petugas kepolisian di lapangan.
Bergeser ke Jakarta Selatan, genangan pertama kali terpantau terjadi di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, pada pukul 06.07 WIB, motor dan mobil pun masih dapat melintasi kawasan tersebut.
Pada pukul 06.45 WIB genangan juga terpantau menguasai jalan di depan Universitas Atmajaya yang mengarah ke Semanggi. Berlanjut ke Jakarta Timur, terpantau genangan berada di depan Ramayana mengarah ke PGC Cililitan dan masih dapat dilewati kendaraan.
Untuk banjir terpantau di Jalan Sutomo, Cawang UKI, Jakarta Timur pada pukul 06. 53 WIB dengan ketinggian 30 sentimeter.
Genangan juga terpantau di wilayah Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading dan masih dapat dilewati kendaraan pada pukul 07.15 WIB.
Sejak pukul 01.00 WIB, Jakarta diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kilat dan petir juga terlihat serta terdengar intens.
Meski demikian, prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam situs bmkg.go.id memperkirakan pada siang hari hujan hanya akan mengguyur Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.(Ins/OL-5)
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ratas di istana
Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm membuat kolong tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved