Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta dinilai masih belum serius dan sigap mengupayakan penanganan banjir. Prioritas program lebih fokus dalam hal keindahan, bukan penataan naturalisasi sungai untuk mengatasi banjir.
Pendapat itu disampaikan Nirwono, pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Jakarta, dan anggota Komisi D Fraksi DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Yuke Yurike, secara terpisah di Jakarta, kemarin.
Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta melanjutkan penataan bantaran kali, rehabilitasi saluran air kota, dan segera membebaskan lahan relokasi permukiman warga, lahan untuk pelebaran badan sungai, dan penataan tepi sungai yang paling sering terkena banjir, seperti di Kali Pesanggrahan dan Kali Ciliwung.
"DKI harus segera menyepakati penataan normalisasi atau naturalisasi sungai secara harmonis," ujar Nirwono dalam keterangan tertulis, kemarin.
Penataan bantaran kali, tambahnya, sudah dua tahun tidak ada pembenahan. Pemprov DKI harus mengoptimalkan revitalisasi Situ Danau Embung Waduk (SDEW) untuk dikeruk dan dilebarkan.
"Jika perlu, (pemprov) merelokasi permukiman warga yang berada tepat di pinggiran SDEW, minimal 35-50 meter tepi SDEW itu bebas bangunan," jelasnya.
Hal senada juga dikatakan Yuke. Menurutnya, Anies dan jajarannya tidak mengupayakan pemeliharaan serta pengerukan waduk dan sungai di Jakarta. Saluran gorong-gorong dan saluran air lainnya juga tidak dipersiapkan untuk menghadapi musim penghujan yang sudah di depan mata.
"Tidak jelas roadmap yang dibuat Pak Gubernur untuk penanggulangan banjir pada 2020," ujarnya.
Saat dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengakui genangan air yang muncul di sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta saat hujan, Selasa (17/12), disebabkan kurangnya jumlah tali air dan banyak mengecilnya mulut sumber pembuangan air ke saluran.
Selain kurang banyak dan lebarnya saluran air, lanjutnya, proyek revitalisasi trotoar juga menyebabkan genangan air.
"Kami memang harus menambah saluran air dan melebarkan mulut air. Kalau itu kami kerjakan, insya Allah sudah tidak ada genangan lagi di lokasi itu," ungkap Juaini. (Ins/Ssr/Put/X-7)
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan di Kali Cilincing, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1) sore.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved