Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras dan banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya, Selasa (17/12), membuat pusing pemilik sepeda motor yang kendaraannya terendam air.
Sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kedalaman banjir di beberapa wilayah Jakarta cukup tinggi. Bahkan, beberapa foto memperlihatkan sepeda motor terendam hingga cuma terlihat stang kemudinya saja.
Lantas, jika sepeda motor terendam seperti itu, perlukah pemilik melakukan servis besar?
Eko Sujatmiko, pemilik bengkel Kevin Berkah di kawasan Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengatakan sepeda motor yang terendam air sebenarnya tidak memerlukan servis besar.
"Asal tidak nekat dihidupkan, motor tidak usah servis besar. Cukup dibawa ke bengkel terdekat kemudian kuras oli mesin, bersihkan busi, dan pastikan tidak ada kabel yang konslet," kata pria yang biasa dipanggil Miko, Selasa (17/12) malam.
Baca juga: Siang Ini, Jakarta akan Kembali Diguyur Hujan Deras
Kendati tidak perlu servis besar sampai turun mesin, Miko mengatakan ada beberapa komponen yang perlu diganti karena sudah mengandung air.
"Sudah terlanjur kena air. Ganti semua jenis oli yang ada di motor, ganti filter udara, ganti busi. Jangan sepele sama kabel-kabel yang kena air, kalau dibiarkan bisa konslet," kata dia.
Miko mengatakan biaya servis motor terkena banjir tidak mahal, asalkan pengendara tidak nekat menghidupkan motornya setelah terendam banjir.
"Yang penting jangan nekat dihidupin. Kalau nekat, risikonya lebih besar, bisa sampai turun mesin. Ongkosnya mahal," kata dia.
"Tapi kalau kerendam banjir biasa, paling seharga servis biasa. Ongkos jasa dan biaya komponen yang diganti," katanya sembari menambahkan bahwa rata-rata biayanya adalah Rp75 ribu sampai Rp150 ribu di bengkel biasa.
Motor Matic
Mangapul Hasiholan dari bengkel Cepat Jaya di Cileungsi, Jawa Barat, mengatakan ada hal yang berbeda jika yang terendam adalah sepeda motor berjenis matic atau skuter otomatis (skutik).
"Ada bagian yang menjadi perhatian, yakni CVT," kata pria yang biasa dipanggil Olan itu.
Olan mengatakan, di dalam CVT terdapat sejumlah komponen yang akan terganggu kinerjanya apabila terendam banjir.
"Cek CTV, paling dibongkar dan semprot tekanan udara. Di situ ada van belt ada roller yang harus dibersihkan. Oli CVT pasti harus diganti," kata dia.
Selain CVT, komponen yang diperiksa pada motor matic relatif sama dengan sepeda motor tipe biasa, yakni busi, filter udara, ganti oli mesin, karburator atau injector dan sistem kelistrikan.
"Tidak sampai servis besar, tapi cukup banyak yang diperiksa," tutup Olan. (OL-2)
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyelidiki tewasnya pengendara sepeda motor berinisial MBAK, 23, usai terlibat kecelakaan dengan Jak Lingko di Jalan Andara Raya, Cilandak.
KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga telah mencuri sekitar 100 unit sepeda motor.
Udara malam yang dingin dikombinasikan dengan paparan polusi udara dapat merusak sistem pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Menunda membersihkan sepeda motor usai kehujanan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
Jika kondisi ini diabaikan, keausan komponen mesin akan dipercepat, performa kendaraan menurun drastis, dan risiko kerusakan serius—termasuk korosi—menjadi sangat tinggi.
Pengendara sepeda motor kadang menghadapi dilema ketika menghadapi hujan dan banjir, apakah harus menghentikan kendaraan atau tetap melanjutkan perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved