Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDUNG melapisi langit Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (7/12) siang. Udara lebih sejuk dari biasanya. Setidaknya pekerjaan Suryadi terasa lebih ringan.
Pria 30 tahun itu adalah seorang kernet truk pengangkut minyak sayur. Tugasnya membawa barang dari gudang sampai ke warung agen penjual sembako. Tidak sampai di situ, ia juga harus membongkar muatan truk diesel kuning itu ke dalam warung.
Saat Media Indonesia menemui Suryadi, ia sedang sibuk menurunkan dus-dus minyak ke dalam sebuah warung sembako yang terletak di Jalan Warakas Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekali angkut, ia sanggup menggendong empat susun dus berisi minyak sayur.
Kedatangan Media Indonesia siang itu untuk menelusuri praktik pungutan liar bermodus karcis parkir yang menyasar truk bongkar muat di wilayah Warakas.
"Orangnya belum dateng," ungkap Suryadi kepada Media Indonesia, Sabtu (7/12).
Baca juga : Kepala Bapeda Bekasi Dicecar 59 Pertanyaan
Sambil bolak-balik menurunkan dus-dus minyak, Suryadi mengatakan bahwa ia datang ke wilayah Warakas setiap dua minggu sekali. "Pokoknya kalau kita dateng, pasti dimintain," katanya.
Praktik pungli, lanjut Suryadi, dilakukan oleh orang tidak berseragam. Selama ini, Suryadi tidak pernah menanyakan siapa orang yang melakukan pungli tersebut. Ditanya apakah ia pernah protes terhadap orang itu, Suryadi singkat menjawab, "Enggak."
Orang yang dimaksud Suryadi secara tiba-tiba muncul lima menit kemudian. Pria bertopi itu mengendarai sepeda motor matik warna hitam. Ia melempar senyum ke arah Suryadi.
"Karcisnya udah belum?" kata pria itu kepada Suryadi.
Sambil tersenyum juga, Suryadi mendekati pria itu. Tangan kanannya merogoh kantung celananya, mengambil uang pecahan Rp10 ribu. Tanpa basa-basi, Suryadi menyerahkan uang tersebut.
"Makasih," singkat pria itu sebelum bertolak pergi.
Suryadi mengizinkan Media Indonesia melihat karcis dari orang itu. Ada tiga kertas kecil yang disatukan dengan staples. Dua kertas berbentuk sama. Isinya memuat nama ormas dan selembar lainnya mencantumkan nama sebuah karang taruna.
Suryadi menyebut karcis tersebut akan diserahkan kepada kantornya. "Buat bukti," singkatnya.
Aksi pungli terhadap truk bongkar muat di Warakas pertama kali muncul di akun Instagram @warung_jurnalis pada Jumat (6/12). Ada tiga gambar yang diunggah sekaligus, dua gambar memuat karcis parkir, dan satu gambar lain memperlihatkan dua pria di atas sepeda motor dengan keterangan "tukang tagih pungli."
Baca juga : Kasus Pungli IMB, Dua Pejabat Depok Diperiksa
"Keluhan para sopir barang: Setiap ngirim ke daerah priuk papanggo atau jalan warakas raya pasti ada pungli yg tidak jelas,tidak pernah tidak ada punglinya,kita semua supir setiap kirim ke daerah ini pasti bawaannya resah terus. Sungguh sangat meresahkan barang blm turun semua dah nambah lagi aja punglinya," sebut keterangan gambar.
Dihubungi terpisah, Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan akan melakukan penyelidikan terhadap praktik pungli di wilayah hukumnya.
"Tentunya ini informasi yang berharga, akan kita lakukan penyelidikan," kata Budhi.
Budhi mengatakan akan melakukan penindakan apabila prkatik pungli tersebut terbukti oleh pihaknya. Siapapun yang melakukan pungli, lanjut Budhi, akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
"Saya tindaklanjuti," pungkas Budhi. (OL-7)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
ENAM orang diduga melakukan pungutan liar atau pungli ditangkap polisi akibat menutup pintu exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka merupakan juru parkir.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengakui masih adanya praktik pungli dalam layanan lalu lintas dan menegaskan sanksi tegas bagi pelanggar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memerintahkan sekolah untuk mengembalikan uang yang sudah ditarik dari orangtua siswa serta dilarang mengulangi perbuatan tersebut.
Di Indonesia, premanisme dan birokrasi di tingkat daerah kerap menambah biaya tersembunyi.
KPK menyarankan sistem digital untuk menutup celah pungli. Model ini sudah dilakukan oleh banyak instansi.
Pemprov menegaskan tak boleh ada pungli menyusul laporan pungutan liar terhadap kegiatan fotografi di Tebet Eco Park yang dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan komunitas fotografi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved