Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BURUKNYA kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta disebut mampu mendegradasi fungsi otak dan menjadi ancaman besar buat generasi berikut.
"Polusi ini juga akan menganggu kesehatan dan berpotensi membuat anak generasi berikutnya menjadi idiot. Pada 10 hingga 20 tahun yang akan datang, Jakarta akan dipenuhi generasi keterbelakangan mental," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung Djoang 45, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).
Dia menjelaskan, udara buruk yang berasal dari kendaraan bermotor itu disusupi zat kimia yakni logam sebagai unsur utama. Zat tersebut akan berpengaruh kepada bayi.
Penurunan fungsi otak bukan satu-satunya ancaman. Teror lain yang menghantui warga adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Baca juga: Air Terjun di Tol Becakayu, Imbas Pekerjaan Saluran belum Kelar
Untuk itu pihaknya terus menggencarkan transportasi publik yang berkelanjutan. Penyediaan transportasi publik dilakukan secara masif di DKI Jakarta.
"Selain kereta rel listrik (KRL) dan penambahan bus serta rute TransJakarta, sekarang juga ada MRT yang penumpangnya saat ini sudah sampai 95 ribu perhari. Ini luar biasa," ujar dia.
Light Rail Transit, juga nantinya moda yang bisa dibanggakan oleh warga DKI dan akan lebih menekan lagi penggunaan kendaraan pribadi.
Sebelumnya, perluasan ganjil genap, tentu juga diharapkan efektif. "Dengan pola ini kita harapkan Jakarta jadi kota yang berkelanjutan. Kendaran pribadi kita tekan penggunaannya, sehingg tidak ada lagi polusi kendaraan bermotor," pungkas dia. (Medcom.id/X-15)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved