Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, mengatakan, tujuannya menggunggah mata anggaran janggal ke media sosial untuk mengedukasi publik. Apalagi, dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD DKI 2020 tidak bisa diakses masyarakat.
"Kalau saya merasa sebagai anggota DPRD DKI juga kita mempunyai hak untuk mengedukasi ke publik apalagi terkait soal anggaran itu kan. Sehingga apa yang kami lakukan itu semata-mata untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat," ungkap William di Lantai 3 Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/11).
William tidak keberatan jika anggaran janggal yang dipublikasi oleh dia kemudian dipermasalahkan dan dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI.
"BK juga memiliki fungsi dan kewenangan untuk mengklarifikasi apa yang terjadi dengan laporan tersebut. Jadi proses yang memang harus dilalui. Ini prosedural," katanya.
Meski demikian, lanjut William, dirinya dan Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta tidak surut langkah untuk mengungkap anggaran janggal walau sudah dilaporkan.
"Kalau soal prinsip transparansi anggaran, kami enggak bisa tolerir. Jadi itu udah jadi sikap politik PSI bahwa anggaran harus transparan sejak perencanaan. Jadi walau banyak laporan atau kritik soal kami, kami enggak akan goyah kalau soal prinsip transparansi anggaran," ujarnya.
Baca juga: Politisi PDIP Minta Bekas Pohon Angsana di Cikini Diganti Kurma
Sebelumnya diberitakan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan) melaporkan politikus PSI, William Aditya Sarana, ke BK DPRD DKI.
William dianggap melanggar kode etik karena membongkar anggaran ganjil dalam draf Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2020.
William menambahkan, meski dia diperiksa BK DPRD DKI, tapi sesuai janji pihaknya tetap buka anggaran janggal ke publik.
Sugiyanto menilai, William sebagai biang keladi kegaduhan di tengah masyarakat soal anggaran DKI.
"Sikap yang bersangkutan justru menimbulkan opini negatif kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, seolah-olah dianggap tidak transparan," kata Ketua Mat Bagan, Sugiyanto, di Jakarta, Selasa (5/11) lalu.
Karena pengaduan itu, William kemudian diperiksa BK soal aduan ini pada tadi siang. (OL-1)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved