Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus menambah jumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang akan direvitalisasi. Sebelumnya, revitalisasi sudah dilakukan pada JPO GBK Senayan, JPO Polda Metro Jaya dan JPO Pasar Minggu dengan fasilitas yang ramah lansia dan disabilitas hingga diberi penerangan atau tata cahaya yang apik.
Selanjutnya ditargetkan masih ada empat unit JPO yang akan direvitalisasi. Revitalisasi ini tidak menggunakan APBD melainkan dana anggaran penambahan Kofisien Lantai Bangunan (KLB).
"Nah, itu nanti kita pakai anggaran yang itu, dana KLB," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho saat dikonfirmasi, Senin (11/11).
Ia menyebut empat titik JPO yang akan direvitalisasi ialah di depan Hotel Le Meridien, depan Menara Indofood, JPO Dukuh Atas dan satu titik di depan kawasan Semanggi atau Unika Atmajaya.
Baca juga: Selain Buka Atap, JPO depan Le Meridien bakal Diberi Lift
Beberapa titik JPO seperti di depan Hotel Le Meridien dan Dukuh Atas akan diberikan elevator.
"Ada beberapa yang akan kita pakaikan lift salah satunya Le Meridien dan Atmajaya. Di sana demandnya tinggi sekali. Semenjak atap dibuka lumayan bertambah," ungkapnya.
JPO akan diperlebar dari 2,5 meter menjadi 5 meter serta diberikan tata cahaya lampu yang menarik. Hari menegaskan program revitalisasi JPO akan terus berlangsung hingga Maret 2022.(OL-5)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved