Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH diguyur hujan lebat semalam, kualitas udara Jakarta pagi ini, Senin (28/10), membaik. Hal itu terbukti dengan keluarnya Jakarta dari 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk dunia di situs Air Visual.
Pagi ini, Jakarta menempati peringkat 19 dengan skor 130 atau tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan jumlah muatan polutan 47 mikrogram per meter kubik.
Sedangkan Kota Beijing menempati urutan pertama kota dengan polusi terburuk dan skor 351 atau berbahaya. Di tempat kedua dan ketiga ditempati kota New Delhi dan Kalkota masing-masing dengan skor 339 dan 293.
Baca juga: Kualitas Udara Terdampak Titik Panas
Sementara berturut-turut di peringkat 4-10 kota dengan polusi terburuk ialah Lahore, Hanoi, Belgrade, Karachi, Skopje, Kabul dan Sarajevo.
Sebelumnya, Jakarta selalu masuk dalam 10 besar kota berpolusi terburuk dunia. Contohnya pada 17 Oktober, Jakarta menempati peringkat ke-7 dengan skor 157 dan memiliki muatan polutan 72,1 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu terdapat dua titik di Jakarta yang memiliki kualitas udara medium atau cukup yakni Gelora Bung Karno dengan skor 87 dan Jalan Medan Merdeka Selatan dengan skor 91.(OL-5)
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved