Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, mengatakan, pihaknya menduga anggota Polda Maluku Utara Bripda Nesti Ode Samili, 23, sudah terpapar paham radikalisme yang terafiliasi jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.
"Ditandai dengan yang bersangkutan aktif terafiliasi dengan JAD. Ini jelas ada kaitan dengan saudara Abuzi, jaringan teroris yang kita amankan 2 minggu lalu di Bekasi," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).
Asep memastikan Bripda Nesti telah lama terpapar paham radikalisme dengan mempelajari secara otodidak melalui media sosial.
"Pertama hasil pemeriksaa terpaparnya sudah begitu dalam, dilihat dari medsos yang dipelajarinya," sebut Asep.
Dia menyebut tim dari Densus 88 masih mendalami kemungkinan Bripda Nesti membocorkan informasi tentang kepolisian kepada JAD tersebut.
"Masih kita dalami (kemungkinan Bripda Nesti jadi informan teroris). Yang jelas, dia ini aktif bangun hubungan dengan JAD," lanjutnya.
Baca juga: DPRD DKI Minta Pelantikan Pimpinan Definitif Pada Senin Depan
Sebelumnya, Asep mengatakan Densus 88 Antiteror tengah menyelidiki terkait kemungkinan polwan Bripda Nesti yang diduga terpapar paham radikalisme menyebarkannya kepada anggota kepolisian lainnya.
"Masih didalami apakah sempat memaparkan ke anggota lain, apakah terafiliasi dengan jaringan teroris lain masih didalami," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Menurutnya, Densus 88 masih mengidentifikasi kemungkinan Bripda Nesti terlibat kelompok teroris yang ada di tanah air. Namun, sejauh ini anggota polisi wanita itu mengenal dan belajar mandiri terkait radikalisme dari media sosial.
"Dia terpapar paham radikal karena belajar secara mandiri di media sosial dan masih didalami apa dia terafiliasi dengan jaringan teroris di dalam negeri," sebutnya.
Diberitakan, Bripda Nesti ditangkap untuk kedua kali dengan dugaan kasus serupa. Nesti diduga berpaham terhadap kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Pada Minggu (26/5) Nesti ditangkap oleh Polda Jawa Timur saat mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Rencananya, ia menuju ke Surabaya menggunakan identitas palsu. Kemudian Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta. (OL-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Korlantas Polri resmi menghentikan one way nasional KM 414 hingga KM 70 pada Rabu (25/3) sore karena arus balik Lebaran 2026 mulai melandai.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
Pendaftaran Bintara Penerimaan Polri 2026 resmi dibuka dengan kuota 5.141 orang. Cek syarat, cara daftar online, dan batas waktu verifikasi hingga 30 Maret 2026!
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama 2026 mulai 9-30 Maret. Cek syarat lengkap, kuota 6.900 orang, dan cara daftar di sini!
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved