Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK disahkan pada Maret, Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 37 tahun 2019 tentang penggunaan sampah plastik belum efektif. Akhirnya, pemerintah setempat membentuk satuan tugas (Satgas) zero plastic yang akan menyisir toko retail penyedia plastik belanjaan.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Ferdinan menyampaikan satgas zero plastic sudah melakukan penyusuran di sekitar lingkungan Pemkot Bekasi. Nantinya, lingkungan tersebut akan jadi percontohan.
“Dimulai dari lingkungan pemerintah dulu, tadi kami sisir pedagang di dalam kantor pemerintah Kota Bekasi sudah tidak ada lagi yang menyediakan plastik,” ungkap Ferdinan, Rabu (2/10).
Ferdi menjelaskan, pihaknya menargetkan pada 1 Januari 2020 mendatang penggunaan plastik gratis pada toko retail, mol, serta pasar tradisional sudah tidak lagi ditemui. Meskipun, saat ini memang hal tersebut sulit dilakukan.
Baca juga: Sampah Plastik di Laut pada Tahapan Berbahaya
Ia mengaku koordinasi dengan Asosiasi Toko Ritail Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) serta pertokoan hingga pasar tradisional juga sudah dilakukan. Sebab, jangan sampai ada imbas penurunan omzet pada pengusaha yang ada akibat peraturan tersebut.
“Jadi harus kompak, semua lini, kalau hanya dilakukan satu atau dua toko saja sulit. Nanti malah ada diskriminasi dan penurunan omzet pada toko yang sudah menerapkan, karena masih ada toko atau jenis usaha yang belum menerapkan,” jelas dia.
Sejauh ini, lanjut Ferdinan, sudah ada beberapa toko yang menerapkan Perwal tersebut. Mereka menyediakan alat ganti plastik gratis atau menyediakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) pada masyarakat.
“Ini juga upaya kami, masyarakat juga harus teredukasi agar membawa kantong belanja sendiri, edaran sudah kami berikan dan awasi mulai Selasa (1/10) kemarin,” ungkapnya.
Kepala Dinas LH Kota Bekasi Yayan Yuliana menambahkan pihaknya sudah mengimbau pada para pegawai untuk membawa tempat makan dan air minum sendiri. Ini juga menjadi upaya untuk mengurangi sampah plastik yang ada.
“Dampak dari plastik sangat lah merusak lingkungan, dengan adanya peraturan ini, kita bisa sama-sama menjaga kerusakan lingkungan. Bayangkan ratusan tahun pun, plastik belum bisa terurai. Kami sarankan bawa wadah dari rumah berupa Tumbler dan menggunakan tas wadah yang dari kain,” kata Yayan.(OL-5)
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
Pameran Dagang Lokal yang menjadi agenda pembuka menghadirkan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Bekasi.
Informasi yang sudah lama bisa dimunculkan kembali dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah maupun lembaga pendidikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved