Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai NasDem di DPRD DKI Jakarta mengkritisi besarnya rencana anggaran pembelian tanah yang diketahui mencapai Rp8 triliun. Anggaran itu direncanakan di antaranya Rp1 triliun untuk membeli tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan Rp7 triliun untuk pengadaan hutan kota.
Pos anggaran itu sudah diajukan kepada DPRD DKI Jakarta dalam bentuk Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon APBD Sementara (KUAPPAS) 2020.
Anggota Fraksi NasDem Nova Harivan Paloh mengatakan mendukung kebijakan Pemprov DKI untuk menambah jumlah RTH dalam bentuk taman dan hutan kota. Namun, dalam proses belanjanya, pemprov tetap harus berhati-hati dan memastikan seluruh anggaran terserap efektif.
"Yang harus disoroti apakah mengeksposkan anggaran sebesar itu yakin bisa terserap. Jadi nanti pada rapat pembahasan di komisi, saya ingin menyoroti itu," kata Nova saat dihubungi, kemarin.
Menurut Nova, Pemprov DKI harus menekankan pada efektivitas anggaran. Tidak mudah membeli tanah di Jakarta yang sudah sedemikian sempit. Pemprov DKI harus sudah memiliki daftar kandidat lahan yang bisa dibeli dan segera melakukan pendekatan kepada pemilik lahan setelah anggaran dikunci.
"Jangan hanya memikirkan ini anggaran, tetapi bagaimana nanti juga melakukan pembeliannya. Jangan kalau terserap setengahnya, lalu melempar alasan sulit," tukasnya. (Put/J-3)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved