Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya meningkatkan kualitas udara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan daerah-daerah tetangga juga harus dilibatkan. Sebab, menurutnya, udara bukanlah hal yang bisa dibatasi oleh regional.
Hal itu dikatakannya saat hadir menjadi pembicara dalam pertemuan diskusi panel yang digelar bersama Kedutaan Besar Denmark dan grup C40 Cities for Climate Leadership Group bertajuk 'Bersihkan Udara, Atasi Bencana Iklim’ ini di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/9).
Baca juga: Anies Anggap Putusan MA Soal PKL di Trotoar Kedaluwarsa
"Saya sampaikan perbaikan kualitas udara itu tidak bisa dibatasi dengan wilayah administrasi pemerintahan. Karena udara itu tidak berhenti di batas kota udara melewati batas kota karena itu pembahasaan ini harus juga memperhitungkan semua aktivitas ekonomi yang berada di skala regional," kata Anies.
Pelibatan wilayah tetangga menurutnya penting karena sebagian kendaraan yang menjadi penyumbang polusi di Jakarta juga berasal dari wilayah-wilayah tersebut. Kualitas udara juga tidak hanya buruk di Jakarta tetapi juga di wilayah lain seperti Tangerang Selatan dan Depok. Hal ini dapat dilihat dari situs pematauan kualitas udara www.airvisual.com.
Dalam situs tersebut, justru kualitas udara Tangerang Selatan dan Depok di pagi hari lebih buruk dari Jakarta. Hal ini semakin menegaskan pentingnya perbaikan kualitas udara secara menyeluruh.
"Harapannya, pelibatan ini tidak hanya melihat masalah polusi dari sisi transportasi tetapi juga dari sumber lain.
Jabodetabek itu jumlah motornya lebih banyak, mobilnya lebih banyak tetapi ada kota-kota lain yang industrinya lebih banyak jadi kalau kita bisa saya tadi sampaikan pembahasan itu supaya bisa dimanfaatkan jangan hanya oleh Jakarta," ungkapnya.
Baca juga: Anies Tegaskan Revitalisasi Trotoar bukan Biang Kemacetan
Pada momen tersebut, Anies juga mengundang pembicara dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perhubungan serta para peneliti.
"Tujuannya adalah untuk mengumpulkan praktik-praktik baik ide tekait dengan pernaikan kualitas udara," pungksanya. (OL-6)
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved