Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pencari suaka masih bertahan di gedung eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat, hingga Senin (2/11). Padahal, aliran listrik dan air bersih sudah dimatikan sejak dua hari lalu.
"Listrik sudah mati 24 jam, sejak dua hari. Sebelum ini dari 15 hari yang lalu sudah mati, adanya malam doang. Kalau siang tidak ada," ujar salah seorang pengungsi asal Afghanistan Hasan Nazari, 31.
Menurut Hasan, jumlah pencari suaka di pengungsian tersebut sekitar 500 orang. Mayoritas berasal dari Afghanistan. Jumlah tersebut telah berkurang karena sebagian besar pencari suaka telah dipindahkan ke daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Baca juga: DKI Serahkan Nasib Pencari Suaka ke Pemerintah Pusat
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemilik aset gedung eks Kodim Kalideres telah memutuskan pencari suaka untuk meninggalkan bangunan tersebut, Minggu (31/9).
Hasan mengaku dirinya dan para pencari suaka lain masih bertahan di pengungsian karena merasa dibohongi UNHCR. Menurutnya, jumlah bantuan yang diberikan oleh UNHCR terlalu kecil.
"Uang makan dan jajan itu cuma satu juta buat satu orang, tapi tidak ada tempat tinggal. Karena itu yang sisanya masih bertahan di sini, sudah tau itu UNHCR bohong," pungkasnya.(OL-5)
Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan strategi agar tempat wisata di Ibu Kota tetap kondusif ketika terjadi lonjakan wisatawan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan fasilitas pengolahan sampah tersebut direncanakan dibangun di tiga lokasi strategis.
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta resmi menyediakan layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) pada Kamis (12/3).
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
Program Mudik Gratis tahun ini melayani perjalanan ke 20 kota dan kabupaten yang tersebar di berbagai provinsi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved