Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan 14.459 penyandang disabilitas di Jakarta bisa mendapatkan bantuan dana melalui Kartu Penyandang Disabilitas pada tahun depan.
Hari ini, Rabu (28/8), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis membagikan Kartu Penyandang Disabilitas kepada 7.137 orang. Pembagian dilakukan di GOR Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
"Untuk tahap satu tahun ini baru 7.137 yang dibagikan. Tahun depan insya Allah semuanya akan dibagikan," kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah dalam kesempatan tersebut.
Dana bantuan untuk penyandang disabilitas sebesar Rp300 ribu per bulan. Dalam kesempatan tersebut, saldo yang diterima merupakan saldo akumulasi enam bulan yakni Rp1,8 juta.
Baca juga: Anies Bagikan Kartu Penyandang Disabilitas DKI
Menurut Irmansyah, tahun ini, dana APBD yang digelontorkan untuk pembagian Kartu Penyandang Disabilitas tahap I adalah sebesar Rp25 miliar.
Sementara itu, penyandang disabilitas yang berhak mendapatkan dana adalah para penyandang disabilitas yang terdapat dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial.
"Itulah yang jadi dasar bagi kita ajukan mendapat sebagai penerima. Jadi sudah ada kriteria-kriteria banyak di sana," tegasnya.
Sementara itu, jumlah penerima Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta pada tahap I 7.137 orang dari total jumlah yang terdata dalam Basis Data Terpadu sebanyak 14.459 orang.
Dari 7.137 orang, dibagi ke dalam lima wilayah untuk Jakarta Pusat sebanyak 1.042 orang, Jakarta Utara berjumlah 1.322 orang, Jakarta Barat berjumlah 1.018 orang, Jakarta Selatan berjumlah 1.361 orang, dan Jakarta Timur berjumlah 2.352 orang, serta Kepulauan Seribu sebanyak 42 orang. (OL-2)
Fokus utama KND bukan sekadar pada perolehan medali, melainkan memastikan negara hadir dalam memberikan hak yang setara bagi atlet disabilitas.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved