Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Atasi Polusi Udara Jakarta dengan Pendinginan Suhu Atmosfer

Putri Anisa Yuliani
03/8/2019 15:55
Atasi Polusi Udara Jakarta dengan Pendinginan Suhu Atmosfer
TRI HANDOKO SETO "PAWANG HUJAN BERTEKNOLOGI TINGGI": Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan BPPT( MI/PANCA SYURKANI)

TEKNOLOGI modifikasi cuaca (TMC) yang digunakan untuk mengatasi pencemaran udara berbeda dengan penyelesaian kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Balai Besar TMC (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan TMC yang digunakan untuk menangani karhutla ialah hujan buatan.

Sementara, untuk menangani pencemaran udara menggunakan sistem pendinginan suhu atmosfer agar atmosfer di atas wilayah dengan polutan menjadi tidak stabil.

"Lalu polutan di lapisan bawahnya akan naik ke atas dan udara di lapisan bawah yang dekat dengan permukaan tanah menjadi jernih," kata Tri Handoko saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (3/8).

Penyemaian atmosfer dalam TMC untuk mengatasi pencemaran udara seringkali menggunakan es kering untuk mendinginkan suhu. Sebab, pencemaran udara memburuk di musim kemarau karena polutan terperangkap di lapisan inversi atau lapisan yang dekat dengan permukaan tanah akibat stabilnya kondisi atmosfer.

"Polutan tidak bisa naik ke atas terjebak di lapisan itu karena lapisan atmosfer saat musim kemarau cenderung stabil. Biasanya atmosfer itu kan makin ke atas makin rendah suhunya. Saat musim kemarau sebaliknya tetap hangat sehingga membuat atmosfer stabil dan ada lapisan yang tebal di situ, polutan terjebak di situ," ungkapnya.

Baca juga: Tujuh Jurus Anies Usir Polusi Udara

Akibat stabilnya atmosfer ini, jarang terbentuk awan yang bisa menghasilkan hujan. Sehingga, cukup sulit membuat hujan buatan untuk mengatasi pencemaran udara.

"Maka kita akan menggunakan teknik mendinginkan atmosfer tadi dengan menebar es kering di lapisan itu. Dengan suhu atmosfer turun, dia akan membongkar lapisan yang tebal itu sehingga tidak stabil dan polutan bisa naik ke atas," tandasnya.

Menurut Tri, jikapun ada awan yang bisa menyebabkan hujan buatan itu hanyalah bonus. TMC pada penanganan pencemaran udara tidak sepenuhnya mengandalkan awan karena jarang terjadi.

Teknik ini belum pernah digunakan di Indonesia. Namun, di negara-negara seperti Thailand, Tiongkok, hingga India sukses menerapkan teknik ini untuk mengatasi pencemaran udara di kota-kota besar dengan polusi yang cukup parah.

Tri pun berujar teknik ini juga sangat cocok untuk diterapkan di Jakarta.

Sementara itu, isu pencemaran udara di Jakarta sangat disoroti oleh banyak pihak. Jakarta dalam beberapa pekan terakhir selalu menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia setiap paginya dalam situs pemantau kualitas udara Air Visual.

Masyarakat juga telah menggugat Pemprov DKI, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten dan pemerintah pusat untuk segera menangani polusi udara yang terjadi.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bahkan telah meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menerapkan TMC di atas langit Jakarta untuk menangani pencemaran udara yang semakin buruk.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya