Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOLOGI modifikasi cuaca (TMC) yang digunakan untuk mengatasi pencemaran udara berbeda dengan penyelesaian kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Balai Besar TMC (BBTMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan TMC yang digunakan untuk menangani karhutla ialah hujan buatan.
Sementara, untuk menangani pencemaran udara menggunakan sistem pendinginan suhu atmosfer agar atmosfer di atas wilayah dengan polutan menjadi tidak stabil.
"Lalu polutan di lapisan bawahnya akan naik ke atas dan udara di lapisan bawah yang dekat dengan permukaan tanah menjadi jernih," kata Tri Handoko saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (3/8).
Penyemaian atmosfer dalam TMC untuk mengatasi pencemaran udara seringkali menggunakan es kering untuk mendinginkan suhu. Sebab, pencemaran udara memburuk di musim kemarau karena polutan terperangkap di lapisan inversi atau lapisan yang dekat dengan permukaan tanah akibat stabilnya kondisi atmosfer.
"Polutan tidak bisa naik ke atas terjebak di lapisan itu karena lapisan atmosfer saat musim kemarau cenderung stabil. Biasanya atmosfer itu kan makin ke atas makin rendah suhunya. Saat musim kemarau sebaliknya tetap hangat sehingga membuat atmosfer stabil dan ada lapisan yang tebal di situ, polutan terjebak di situ," ungkapnya.
Baca juga: Tujuh Jurus Anies Usir Polusi Udara
Akibat stabilnya atmosfer ini, jarang terbentuk awan yang bisa menghasilkan hujan. Sehingga, cukup sulit membuat hujan buatan untuk mengatasi pencemaran udara.
"Maka kita akan menggunakan teknik mendinginkan atmosfer tadi dengan menebar es kering di lapisan itu. Dengan suhu atmosfer turun, dia akan membongkar lapisan yang tebal itu sehingga tidak stabil dan polutan bisa naik ke atas," tandasnya.
Menurut Tri, jikapun ada awan yang bisa menyebabkan hujan buatan itu hanyalah bonus. TMC pada penanganan pencemaran udara tidak sepenuhnya mengandalkan awan karena jarang terjadi.
Teknik ini belum pernah digunakan di Indonesia. Namun, di negara-negara seperti Thailand, Tiongkok, hingga India sukses menerapkan teknik ini untuk mengatasi pencemaran udara di kota-kota besar dengan polusi yang cukup parah.
Tri pun berujar teknik ini juga sangat cocok untuk diterapkan di Jakarta.
Sementara itu, isu pencemaran udara di Jakarta sangat disoroti oleh banyak pihak. Jakarta dalam beberapa pekan terakhir selalu menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia setiap paginya dalam situs pemantau kualitas udara Air Visual.
Masyarakat juga telah menggugat Pemprov DKI, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten dan pemerintah pusat untuk segera menangani polusi udara yang terjadi.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bahkan telah meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menerapkan TMC di atas langit Jakarta untuk menangani pencemaran udara yang semakin buruk.(OL-5)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Kehadiran JIS yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi mulai dari KRL hingga Trans-Jakarta menjadi modal kuat bagi Jakarta Utara untuk tumbuh sebagai kawasan masa depan.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
PETUGAS gabungan melakukan Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan menyebarkan bahan semai sebanyak 8 kuintal Kalsium Oksida (CaO), Jumat (23/1)
Pemprov DKI Jakarta terapkan WFH dan PJJ akibat cuaca ekstrem Januari 2026. Simak durasi kebijakan dan aturan lengkap dari Gubernur Pramono Anung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved