Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Perhubungan DKI Jakarta masih mengkaji rencana perluasan wilayah ganjil genap saat musim kemarau. Sebab, segala kebijakan memerlukan kajian yang komprehensif.
"Kita harapkan bisa dipercepat. Kita prioritaskan di musim kemarau ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/8).
Syafrin menjelaskan perluasan wilayah ganjil genap ini untuk mengatasi polusi udara di Ibu Kota. Namun, dia belum dapat memastikan kapan perluasan ini akan efektif berjalan.
Syafrin juga belum bisa memastikan apakah wilayah ganjil genap ini akan sama dengan saat Asian Games atau tidak. Dia mengaku masih mempelajarinya.
"Karena perluasan waktu itu harus kita pikirkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan itu," ungkapnya.
Baca juga: Dishub DKI Masih Kaji Ihwal Kenaikan Tarif Parkir
Pada perhelatan Asian Games, Pemprov DKI memberlakukan sistem ganjil genap selama 15 jam. Yakni, pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Kebijakan itu dinilai mampu mengurangi kemacetan dan polusi udara.
Rute ganjil genap yang diterapkan saat Asian Games yakni, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH. Thamrin,Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Gatot Subroto, sebagian Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-simpang Tomang), Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani,Jalan Benyamin Sueb, Jalan Metro Pondok Indah, dan Jalan RA Kartini.
Sementara itu, rute ganjil genap yang saat ini diberlakukan yakni, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin,Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Gatot Subroto, sebagian Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi-simpang Tomang), Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Penerapan ganjil genap saat ini dilakukan dua kali dalam sehari, yakni di pagi hari pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dan sore hari pada pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. (Medcom/OL-2)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved