Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bagikan Tanaman, Pemprov Dinilai Bingung Kurangi Polusi Jakarta

Putri Anisa Yuliani
23/7/2019 16:55
Bagikan Tanaman, Pemprov Dinilai Bingung Kurangi Polusi Jakarta
Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Tubagus Soleh Ahmad( MI/ROMMY PUJIANTO )

WALHI DKI Jakarta berpandangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bingung untuk mengatasi pencemaran udara di ibu kota. Hal itu terlihat dari kebijakan pembagian tanaman lidah mertua untuk mengatasi pencemaran.

Direktur Eksekutif Walhi DKI, Tubagus Ahmad, menilai tanaman hias hanya bisa mengatasi pencemaran lokal di dalam ruangan.

Baca juga: Trio Srimulat Jenguk Nunung di Rutan

"Bagi tanaman bisa saja sih, tapi memang setinggi apa tanaman itu bisa mencapai polutan di udara Jakarta? Sebenarnya bukan itu, karena yang kita hadapi kan pencemaran udara di luar ruangan yang lebih tinggi dan lebih luas," kata Tubagus saat dihubungi, Selasa (23/7).

Menurutnya, Pemprov DKI harusnya berpikir membuat solusi yang lebih mengarah pada sumber masalah pencemaran seperti menambah ruang terbuka hijau (RTH).

Tubagus, yang karib disapa Bagus, itu menilai RTH menjadi kebutuhan lingkungan yang sangat penting bagi Jakarta sebagai ibu kota. Terlebih, Jakarta dengan kepadatan penduduknya dinilai sangat memerlukan ruang terbuka.

"Tidak hanya bicara soal pencemaran udara, tapi RTH dalam fungsi sosial juga penting. Bagaimana menambah RTH bukan hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk ruang sosial. Saat ini target 30% saja belum bisa tercapai," ungkapnya.

Bagus pun menegaskan, Pemprov DKI harus membuat kebijakan nyata terkait pencemaran udara seperti membuat kajian lingkungan untuk membuat langkah strategis yang nyata.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana membagikan tanaman hias lidah mertua secara gratis untuk mengatasi pencemaran udara di tingkat rumah tangga. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya