Selasa 16 Juli 2019, 09:35 WIB

Jalan Kompleks Pengayoman Gelap Gulita

Sumantri Handoyo | Megapolitan
Jalan Kompleks Pengayoman Gelap Gulita

Medcom/Hendrik Simorangkir
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah

 

ANCAMAN Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah benar-benar menjadi kenyataan. Kompleks Kehakim-an dan Pengayoman, Kota Tangerang, gelap gulita karena tidak lagi mendapatkan pelayanan penerangan jalan umum (PJU) dari Pemkot Tangerang.

"Kami resah. Semua warga di sini resah. Kami tinggal di sini sejak 1980-an dan tidak pernah terjadi permasalahan seperti ini," keluh Anis, 65, mantan karyawan Kementrian Hukum dan HAM yang menempati rumah dinas di Kompleks Pengayoman, Kota Tangerang, kemarin.

Anis bersama sejumlah tokoh masyarakat kemarin mendatangi Kantor Pemkot Tangerang untuk memperta-nyakan kebijakan Arief yang memutuskan semua layanan publik meliputi PJU, sampah, perbaikan jalan, dan drainase.

Anis menguraikan, ketika melihat dan membaca surat Wali Kota ke Menkum-HAM di media sosial, warga merasa resah. Warga yang berjumlah ratusan kepala keluarga semakin resah ketika PJU padam, Minggu (14/7) malam.

"Tolong jagan rugikan kami dalam perseteruan ini. Kami hanya warga biasa yang tidak tahu apa-apa," keluh Anis.

Dalam menanggapi keluhan warga, Wali Kota Arief akhirnya meralat keputusannya dan meminta jajarannya memberikan kembali pelayanan kepada masyarakat di Kompleks Kehakiman dan Kompleks Pengayoman.

"Kami pastikan mulai hari ini (Senin, 15/7) pelayanan berupa pengangkutan sampah, drainase, dan PJU akan diberikan kepada masyarakat," katanya.

Namun, terhadap kantor-kantor yang berdiri di lahan milik Kemenkum-HAM, tegas Arief, pihaknya tidak melayani. Hal itu sebagai jawaban atas pernyataan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menyebutkan Pemkot Tangerang tidak ramah dalam memberikan pelayanan.

"Selama ini kami sudah berbuat baik, tapi masih dibilang belum ramah. Kalau begitu, silakan layanin sendiri. Apalagi sampai disebut kami cari gara-gara," lanjut Arief.

Pemicu ketegangan kedua pejabat itu bermula saat Menkum dan HAM meresmikan pembangunan Perguruan Tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di Kota Tangerang, Selasa (9/7).

Landasan hukum

Pemkot Tangerang belum memberikan IMB bagi kedua perguruan tinggi itu sehingga memicu Yasonna mengucapkan 'cari gara-gara'. Menurut Arief, pihaknya belum menerbitkan IMB yang diajukan Kemenkum-HAM karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

Salah satu kendalanya ialah masukan dari Kementerian Pertanian agar menjadikan area pendidikan itu sebagai lahan persawahan. Sebenarnya, lanjut Arief, Pemkot Tangerang justru memperjuangkan agar lahan Kemenkum-HAM itu tidak dijadikan areal pertanian sebab di Kota Tangerang memang tidak ada lagi plot untuk area persawahan. Hal itu tercantum dalam draf Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang.

Sebagai protes atas pernyataan Yasonna, Arief mengirimkan surat pada 10 Juli. Selain menguraikan duduk persoalan serta alasan tidak menerbitkan IMB, Arief juga mengultimatum Kemenkum dan HAM. Bunyinya, 'Terhitung 15 Juli, Pemkot Tangerang tidak akan bertanggung jawab lagi terhadap layanan sampah, perbaikan drainase, dan jalan, maupun PJU'.

Tidak sampai di situ, Arief beserta jajarannya saat ini juga tengah membahas kemungkin-an menyegel gedung Poltekip dan Poltekim yang pekan lalu diresmikan. (J-1)

Baca Juga

Antara/Aprilio Akbar

Pemulihan Ekonomi Semakin Terasa, UMKM di Jakarta Terus Didorong Untuk Bangkit

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:36 WIB
Program pemerintah melalui KUR, dikatakan dia, bisa membangkitkan ekonomi. Untuk itu, Pegadaian hadir untuk salurkan KUR super...
MI/ Moh Irfan

Tandon Air Proyek LRT di Jakarta Jebol

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:34 WIB
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab jebolnya tandon air proyek LRT di Jakarta, yang mengakibatkan lima orang...
MI/Rommy Pujianto

Pelapor Roy Suryo: Saya hanya Menyuarakan Minoritas

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 22:15 WIB
Harapan Herna bahwa semoga kasus ini ditinjaklanjuti, sama seperti kasus penistaan agama yang sudah terjadi sebelumnya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya