Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Humas PAM Jaya, Linda Nurhandayani, mengatakan memasuki musim kemarau, pasokan air bersih di Jakarta masih pada level aman.
"Untuk ketersediaan pasokan air perpipaan di Jakarta saat ini masih pada level aman, " kata Linda, Selasa (9/7).
Baca juga: Rumah DP Rp0 Dibandrol Rp184 juta hingga Rp310 juta.
Ia menyebutkan, level aman pasokan air di Jakarta dikarenakan ambang batas Waduk Juanda Jatiluhur yang merupakan salah satu sumber air baku terbesar PAM Jaya, masih memiliki tingkat kedalaman sekitar 102 meter, karena itulah pasokan air bersih masih aman.
"Hal ini dikarenakan level ketinggian air di Jatiluhur, sebagai salah satu sumber air baku PAM JAYA yang terbesar masih pada level aman, ambang batas kedalaman minimum waduk Juanda Jatiluhur adalah 87,5 meter sementara saat ini sekitar 102 meter," jelasnya.
Ia menambahkan, selain kedalaman air Waduk Jatiluhur yang masih dalam level aman, air curah dari Tangerang pun masih relatif aman. Kemudian, untuk sumber-sumber air baku yang berasal dari Jakarta masih sesuai yang dibutuhkan.
"Air curah dari Tangerang pun masih relatif sesuai target yang diharapkan. Kemudian untuk sumber-sumber air baku yang berasal dari Jakarta seperti Kali Krukut dan Cengkareng Drain saat ini masih sesuai yang dibutuhkan," imbuhnya
Saat ini, PAM Jaya masih terus berupaya memperluas layanan air bersih, khususnya di wilayah-wilayah yang belum dilayani air perpipaan. Perluasan layanan itu membutuhkan sumber air baku tambahan dan beberapa instalasi untuk mensuplai air ke wilayah tersebut.
"Tahun ini PAM Jaya sedang membangun SPAM (sistem penyediaan air minum) Hutan Kota yang akan mengaliri sebagian wilayah di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, selain itu ada beberapa sumber air baku lain di Jakarta yang saat ini sedang dipelajari oleh tim teknis untuk dapat menjadi alternatif sumber air baku seperti Kali Mookevart, Kali Pesanggrahan," pungkasnya. (OL-6)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved