Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sempat gusar ketika apa yang dilaporkan warganya, terjadi di lapangan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Jumat (28/6) malam, Bima melakukan inspeksi mendadak dan menemukan adanya manipulasi domisili atau alamat fiktif peserta PPDB tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Bima menemukan, dua peserta menggunakan surat domisili Gang Selot, Kelurahan Paledang, yang letaknya berdekatan dengan SMAN 1 Kota Bogor itu, ternyata bukan warga situ. Satu beralamat di Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara dan satu lagi beralamat di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.
Karena itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk menelusuri lebih dalam hasil temuan itu.
"Anak itu tidak tinggal di situ. Kedua tidak ada di kartu yang asli. Hanya ada di surat keterangan domisili. Saya akan bentuk tim khusus. Saya minta Pak Wakil Wali Kota langsung memimpin rapat untuk mendalami aduan warga. Saya minta silahkan warga mengadu,"ungkapnya.
Baca juga: Disdik DKI Tegaskan Patuhi Aturan Pusat Soal PPDB
Dengan dibentuknya tim itu, Bima mengatakan pihaknya ingin membuka persoalan tersebut.
"Jadi saya ingin kita buka, kita dalami, kita buka jaringan pemalsuan data kependudukan. Itu potret kecilnya. Potret besarnya, saya ingin ada evaluasi PPDB nasional. Artinya apa, konsep zonasi lemah. Ketika sistem kependudukan Kita belum kokoh. Memang selalu ada oknum. Tapi ini masif terjadi di mana-mana," ungkapnya.
Sebelumnya atau sejak sepekan lalu, Bima menyebut banyak laporan atau keluhan warga soal sistem zonasi PPDB di tingkat SMA.
"Ada belasan laporan masuk soal dugaan maladministrasi di sistem zonasi PPDB ini. Ini khusus yang SMA. Belum yang SMP," pungkasnya. (OL-2)
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved