Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS vandalisme yang terjadi di Perumahan Vila Pertiwi, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, meresahkan warga. Pasalnya, para pelaku vandalisme mencoret mobil serta tembok rumah warga perumahan.
Amaliyah, 34, salah satu warga dan korban vandalisme, mengatakan, mobilnya yang diparkir di depan rumah menjadi korban. Di bagian depan mobilnya dicoret gambar tak senonoh para pelaku.
"Saya malam itu parkir di luar rumah karena dalam garasi ada mobil juga. Saya baru tahu kalau mobil dicoret pagi harinya," katanya, Jumat (21/6).
Amaliyah mengatakan, setelah didalami, ternyata pelakunya adalah anak-anak di bawah umur. Pelaku diketahui empat orang dan sudah ditangkap aparat kepolisian. Selanjutnya para pelaku tersebut oleh polisi dibawa ke rumah Amaliyah untuk meminta maaf.
Karena masih di bawah umur, kasus ini pun diselesaikan secara kekeluargaan. Amaliyah pun bersedia memaafkan pelaku. Namun korban merasa prihatin terhadap perilaku keempat bocah bawar umur tersebut.
"Enggak habis pikir saya, kok bisa anak kecil begitu membuat gambar–gambar yang nggak sopan. Meskipun nanti kalau sudah ketemu pelakunya dan kasus diselesaikan secara kekeluargaan, saya maunya mobil saya itu bersih lagi," ucapnya.
Baca juga: Sistem Daring, Jastip Masuk Sekolah Merebak
Di kesempatan terpisah, Ketua Rukun Tetangga (RT) 001 RW 15, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Iswara, mengatakan, dari keterangan pelaku, mereka adalah warga kelurahan Sukamaju juga, tetapi mereka bukan warga perumahan.
Mereka beralasan iseng melakukan aksi vandalisme tersebut.
"Kata pelaku ini ada satu orang lagi, tapi pas dicari tidak ketemu. Yang satu lagi ini yang nyorat nyoret mobil. Kalau yang empat ngakunya nyoret tembok. Mereka alasannya iseng," katanya terpisah Jumat (21/6).
Para pelaku, kata Iswara,sudah mendapat teguran juga dari kepolisian. Mereka diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan disertai meterai. Pihak pengurus lingkungan pun menemukan sebuah tutup pilok yang diduga digunakan pelaku dan pelaku pun mengakui perbuatannya.
"Kita kasih nasihat juga kepada mereka kalau perbuatan seperti ini tuh gak bagus, jangan sampai diulangi," tukasnya.
Aksi vandalisme itu sempat dilihat oleh petugas keamanan setempat. Kejadian itu diketahui pada Kamis (20/6) pukul 21.00 WIB. Saat itu ada dua orang berboncengan dengan menggunakan motor bebek warna hitam. Sambil jalan diduga pelaku naik motor dua orang berboncengan ini sambil memegang pilok.
"Ciri-ciri orang kecil, usia sekitar 15 tahun, tidak menggunakan helm dan yang diboncengin memegang pilok diduga habis coret-coret,” kata Marco Yadi, sekuriti perumahan. (OL-1)
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved