Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MERESPONS atas viralnya video geng motor melintas di Dukuh Atas dengan membawa senjata tajam, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta tokoh masyarakat dan orangtua agar menasihati anak-anaknya untuk tidak melakukan konvoi dan kebut-kebutan jelang sahur di bulan Ramadan.
"Saya berharap kepada seluruh masyarakat mulai dari RT/RW kemudian tokoh masyarakat, ajak lingkungannya untuk menjahui praktik-praktik kebut-kebutan menjelang sahur, jadi jaga itu dan orangtua cek di mana anak-anaknya, pastikan anaknya tidak ikut dalam kegiatan itu," kata Anies, di Jakarta Selatan, Jumat (10/5).
Anies menambahkan, ajakan dan nasihat dari tokoh masyarakat setempat dan orangtua merupakan bagian upaya untuk menghentikan kegiatan tersebut. Pasalnya, apabila hanya dengan penegakan aturan maka kejadian serupa akan terus terulang.
"Kalau hanya penegakan aturan saja jadinya kucing-kucingan terus, kalau tidak ada usaha untuk menghentikannya. Jadi untuk para orang tua pastikan sahur di rumah atau di lingkungan dan justru jangan di-massa seperti itu," tuturnya.
Dia tak memungkiri, pihaknya juga akan meminta kepolisian untuk melakukan tidakan yang dinilai dapat meresahkan masyarakat di bulan suci Ramadan.
Baca juga: Anies Pastikan Reformasi Aturan Pengelolaan Rumah Susun
"Kita bekerja sama dengan aparat kepolisian nanti yang akan melakukan penindakan-penindakan apabila menyangkut pelanggaran-pelanggaran pidana," lanjutnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan menelusuri kejadian yang meresahkan masyarakat tersebut.
"Ya akan kita telusuri," kata Argo saat dimintai konfirmasi, Jumat.
Kepolisian Metro Jaya tentunya akan lebih dahulu memastikan lokasi dan waktu kejadiannya.
"Di cek dulu kejadian kapan di mana dan waktunya kapan," terangnya.
Sebelumnya, viral video yang diunggah di akun Instagram @warung_jurnalis dengan durasi 20 detik. Terlihat gerombolan anak muda berboncengan mengendarai motor melintas di kolong jembatan dari arah Dukuh Atas ke Manggarai.
Selain tidak memakai helm dan kebut-kebutan, mereka berteriak sambil menenteng celurit berukuran besar. (OL-1)
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved