Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Perumahan Tytuan Kencana RT 12/06, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, menghabiskan dana hingga Rp150 juta untuk membuat insinerator. Dana tersebut merupakan swadaya warga setempat.
“Untuk tahap pertama menghabiskan dana sekitar Rp150 juta, ini murni swadaya masyarakat,” ungkap perancang mesin insinerator, Joko Susilo, 57, Kamis (2/5).
Menurut Joko, ide pengelolaan ini muncul di tahun 2013. Saat itu, warga membahas soal rencana pemusnahan sampah secara mandiri. Lalu muncul lah ide untuk merancang mesin pemusnahan sampah.
Sebagai konsultan engineering, membuat insinerator bukan hal sulit bagi Joko. Joko hanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk merampungkan mesin insinerator tahap pertama dengan biaya sekitar Rp150 juta.
“Setelah jadi, belum punya tempat permanen. Akhirnya diubah menjadi permanen sebagai tempat pembuangan sementara (TPS) 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” jelas dia.
Baca juga: 16 Insinerator Atasi Sampah di Kepulauan Seribu
Pembangunan gedung TPS 3R ini diperoleh dari bantuan Dinas Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat senilai Rp350 juta pada 2018. Untuk lahannya, warga menggunakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum).
Selain membangun gedung seluas 200 meter persegi, dana tersebut juga dialihkan membeli gerobak, alat press limbah kaleng/plastik, tempat pengolahan pupuk kompos dan sebagainya.
“Untungnya kita dapat bantuan Pemerintah Provinsi Jabar, jadi lokasi insinerator sudah bisa sedemikian bagus,” tandas dia.(OL-5)
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved