Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA tahun terakhir, dunia kuliner Jakarta mengalami pergeseran tren. Jika dulu restoran mewah identik dengan ruang megah dan sajian internasional klasik, kini muncul fenomena high-end dining yang lebih intim dan personal.
Pengunjung tidak lagi sekadar mencari makanan lezat, tetapi juga kisah di balik setiap hidangan. Inilah yang melahirkan konsep dining experience, saat chef bukan hanya koki, melainkan juga pencerita.
Memahami kebutuhan ini, Privy—destinasi kuliner tiga lantai di The Dharmawangsa Jakarta—meluncurkan Privy Chef’s Table. Konsep counter-dining ini memberikan kesempatan unik bagi tamu untuk menyaksikan langsung kreativitas sang Chef-Owner, Jonathan “Chef Jon” Tek, yang menyajikan hidangan sarat cerita dan makna personal. Chef’s Table bukan sekadar ruang makan, melainkan panggung intim tempat makanan menjadi medium ekspresi, sejarah, dan identitas.
Menu perdana yang diperkenalkan adalah Heritage Taiwanese Beef Noodles. Namun, jangan bayangkan semangkuk mie daging sapi biasa.
Di tangan Chef Jon, hidangan ini menjadi sebuah nostalgia, penghormatan terhadap akar Taiwan yang membesarkannya, sekaligus simbol comfort food yang diangkat ke level refined dining.
Setiap mangkuk disajikan dengan cita rasa kaya dan penuh detail, menggambarkan keseimbangan antara tradisi dan interpretasi modern. Hidangan ini didampingi menu lain yang tak kalah menggoda, seperti Luroufan dengan Half Duck Egg, Jia Yi Chicken Rice, dan Scallion Pancake.
Keistimewaan lainnya adalah ketersediaan menu ini yang sangat terbatas. Hanya pada 25–28 September 2025, Privy Chef’s Table menghadirkan empat sesi per malam (pukul 17.00, 18.00, 19.00, dan 20.00 WIB), dengan kapasitas total hanya 224 kursi untuk seluruh periode.
Setiap pengunjung dapat menikmati satu mangkuk beef noodles beserta dua hidangan pendamping dengan harga Rp150.000++ per orang. Sebuah pengalaman high-end dining dengan sentuhan hangat yang tetap accessible.
Sejak awal berdirinya, Privy telah menempatkan diri sebagai pionir dalam menghadirkan pengalaman kuliner kelas atas di Jakarta. Setiap lantai di bangunan tiga tingkat ini dirancang dengan narasi yang berbeda namun saling melengkapi. Pada lantai utama, pengunjung dapat menikmati suasana Main Dining Floor yang memadukan konsep Italian-American steakhouse dengan tradisi grill refined khas Italia.
Di sini, berbagai menu premium dihadirkan, mulai dari 28-Days Ribeye Bone-in MS4/5 hingga 21-Days Butter-Aged Mulwarra Lamb Chop, yang menjadi simbol kualitas sekaligus keahlian kuliner.
Bagi mereka yang mencari ruang lebih privat, VIP Rooms hadir sebagai pilihan ideal untuk pertemuan eksklusif maupun perayaan istimewa. Suasana elegan dan pelayanan personal menjadikan setiap acara terasa lebih berkesan.
Sementara itu, di lantai dua, berdiri Privy Chef’s Table, ruang paling intim yang kini menjadi ikon terbaru Privy. Di sinilah kisah dan kreasi Chef Jon dihadirkan langsung di hadapan para tamu, menciptakan pengalaman dining yang bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional antara chef dan pengunjung.
Privy Chef’s Table menjadi simbol bagaimana kuliner bisa bergerak lebih jauh dari sekadar konsumsi. Ia adalah ruang untuk bercerita, mengenang, sekaligus memperkenalkan tradisi kuliner Taiwan dalam bentuk yang segar dan modern.
Dengan pendekatan ini, Privy bukan hanya menawarkan hidangan berkualitas, melainkan juga menghadirkan emosi, cerita, dan pengalaman yang melekat dalam ingatan para tamunya. (Z-1)
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Bukan sekadar nasi kari biasa, menu ini dikenal dengan porsi melimpah, rasa kuah kari yang khas, dan harga yang ramah di kantong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved