Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sukoharjo baru-baru ini meluncurkan program “Pola Hidup Sehat dan Kebersihan Lingkungan” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Program ini menjadi upaya konkret dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Salah satu fokus utama dari program ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. IDI Sukoharjo mengajak masyarakat untuk mengadopsi kebiasaan hidup sehat, seperti makan makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan cukup tidur untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebab pola hidup sehat sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Program ini juga mencakup edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, karena pola hidup sehat tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental.
Selain fokus pada pola hidup sehat, program “Pola Hidup Sehat dan Kebersihan Lingkungan” juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. IDI Sukoharjo menyadari bahwa kebersihan lingkungan yang kurang terjaga dapat menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit, seperti demam berdarah, penyakit pernapasan, dan infeksi saluran cerna.
Sebagai bagian dari program ini, IDI Sukoharjo mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan di rumah, lingkungan sekitar, serta tempat umum. Edukasi ini mencakup cara-cara sederhana seperti membersihkan selokan, membuang sampah pada tempatnya, serta memastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk.
Kebersihan lingkungan adalah faktor yang sangat menentukan dalam kesehatan masyarakat. Melalui program ini, IDI Sukoharjo ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan mereka dan mencegah terjadinya wabah penyakit yang bisa disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi kebersihan lingkungan, IDI Sukoharjo juga mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan yang melibatkan warga di beberapa desa. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan saluran air, tempat sampah umum, serta area yang rawan menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Organisasi Lain
Program “Pola Hidup Sehat dan Kebersihan Lingkungan” ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, serta organisasi non-pemerintah. IDI Sukoharjo bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan program ini bisa berjalan dengan efektif, dan dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari program ini, IDI Sukoharjo juga menyediakan layanan kesehatan gratis di beberapa titik, seperti di posyandu dan puskesmas setempat. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan tentang pola makan sehat, serta tips menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Dengan peluncuran program “Pola Hidup Sehat dan Kebersihan Lingkungan”, IDI Cabang Sukoharjo berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Melalui kolaborasi antara IDI, pemerintah, dan masyarakat, Sukoharjo bisa menjadi daerah yang lebih sehat dan nyaman untuk dihuni.
Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih banyak mengenai program serta kegiatan idikotasukoharjo.org kunjungi laman resmi mereka di https://idikotasukoharjo.org
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved