Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN DRW Skincare mengaku akan bertanggung jawab atas kendala keamanan produk yang ditemukan pada batch tertentu dari mitra produksinya. Perusahaan estetika yang telah beroperasi selama 11 tahun ini menjamin akan memberikan pendampingan medis secara cuma-cuma bagi pasien yang terdampak hingga kondisi kulit mereka pulih sepenuhnya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika keamanan produk yang berkembang sejak pertengahan Januari 2026. Founder DRW Skincare, Wahyu Triasmara, menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan keterbukaan informasi dan layanan asistensi medis bagi para pelanggan setianya.
"Kami tidak lari, kami hadir dan bertanggung jawab. Di tahun ke-11 ini, kami akan membuktikan komitmen dengan mendampingi pasien kami sampai sembuh," ujar Wahyu melalui keterangan resminya, Kamis (23/1/2026).
Pihak manajemen mengklarifikasi bahwa kendala kontaminasi hanya ditemukan pada 4 jenis produk dari total lebih dari 120 produk yang terdaftar resmi di Badan POM RI. Temuan tersebut berasal dari proses produksi di pabrik pihak ketiga (maklon) dan bersifat terlokalisasi pada batch tertentu.
Sebagai langkah preventif, DRW Skincare menyatakan telah memutus kerja sama dengan mitra produksi terkait serta melakukan penarikan dan pemusnahan produk di bawah pengawasan Badan POM sejak Juli 2025.
"Kendala ini berasal dari proses di luar kendali langsung manajemen, yakni jalur maklon. Mayoritas besar produk kami lainnya diproduksi di fasilitas milik sendiri dan selalu dinyatakan aman dalam pengawasan rutin Badan POM selama sepuluh tahun terakhir," tambah Wahyu.
Untuk menjamin keamanan konsumen, DRW Skincare menyediakan layanan Hotline Service khusus klinik dan dokter di nomor 0811944288. Melalui jalur ini, pasien yang merasakan ketidaknyamanan pada kulit dapat berkonsultasi langsung dengan tim dokter ahli secara gratis. (H-2)
Industri kosmetik dan wellness nasional saat ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan membutuhkan dukungan inovasi berkelanjutan dan regulasi yang kuat.
Badan POM kembali menemukan 41 produk obat berbahan alam (OBA) yang mengandung bahan kimia obat (BKO) dalam pengawasan yang dilakukan pada November hingga Desember 2025.
Orangtua harus lebih waspada pada produk-produk yang dianggap memberikan protein pada anak, padahal tidak
BADAN POM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi.
Inovasi dan pengembangan industri kesehatan tidak dapat dipisahkan dari peran strategis dunia akademik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved