Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Industri Inovatif dan Berdaya Saing

Indrastuti
23/2/2026 20:11
Perkuat Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Industri Inovatif dan Berdaya Saing
Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDUSTRI kosmetik dan wellness nasional saat ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dan membutuhkan dukungan inovasi berkelanjutan, kolaborasi multipihak, serta kepatuhan terhadap regulasi yang kuat. Menjawab itu, PT Nosé Herbal Indo sebagai perusahaan manufaktur kosmetik lokal, berkomitmen menghadirkan inovasi berbasis riset, teknologi, dan prinsip keberlanjutan guna mendukung perkembangan industri kecantikan nasional.

Hal ini ditunjukkan dengan gelaran Nosé Innovation Day bertema Strengthening Innovation through Academic-Business-Government Collaboration, di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Vice-CEO PT Nosé Herbal Indo Sri Rahayu Widya Ningrum mengatakan kegiatan ini jadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri yang inovatif, patuh regulasi, dan berdaya saing.

"Selama lebih dari enam tahun terakhir, kami konsisten menjalin kolaborasi dengan berbagai universitas dan instansi pemerintah dalam riset ilmiah untuk mendukung pengembangan kosmetik unggulan berbasis ingredient lokal Indonesia," katanya.

Ia melanjutkan Nosé Innovation Day juga menjadi momentum penting pasca diraihnya penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kepada PT Nosé Herbal Indo sebagai perusahaan yang berdiri selama satu dekade dan berperan aktif sebagai kolaborator academic, business, and government (ABG).

Pada kesempatan itu, PT Nosé Herbal Indo secara resmi memperkenalkan Nosé Innovation Center sebagai pusat kolaborasi ABG sekaligus simbol komitmen perusahaan dalam menghadirkan keunggulan 100% Local OEM yang berbasis inovasi dan kepatuhan regulasi. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Kepala Badan POM Prof Taruna Ikrar.

Rangkaian acara Nosé Innovation Day turut menghadirkan Nosé Innovation Expo yang menampilkan berbagai ekstrak tanaman lokal hasil kerja sama riset bersama universitas dan brand owner.

Selain itu, PT Nosé Herbal Indo memperkenalkan Nosé AI, teknologi terkini untuk menjawab kebutuhan industri yang kian adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi, perusahaan memberikan Nosé Award kepada universitas mitra dan brand partner yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi bersama.

Sri Rahayu mengatakan kegiatan ini sebagai langkah nyata perusahaan dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. “Nosé Innovation Day jadi wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi yang lahir dari kolaborasi nyata antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah. Melalui Nosé Innovation Center, perusahaan berharap dapat mempercepat pengembangan kosmetik berbasis bahan lokal Indonesia yang tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga selaras dengan standar regulasi yang berlaku,” ujar Sri Rahayu.

Ke depan, ia berharap ajang ini menjadi katalis memperkuat kolaborasi berkelanjutan pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan brand owner. "Inisiatif ini diharapkan bisa mendorong terciptanya industri kosmetik dan wellness nasional yang kian kompetitif, berbasis inovasi lokal, serta memiliki kredibilitas tinggi dalam penerapan standar mutu dan regulasi," terangnya.

Ia menegaskan dari langkah strategis ini, pihaknya konsisten jadi mitra inovasi pertumbuhan industri kecantikan nasional berkelanjutan. Kepala Badan POM Prof Taruna Ikrar mengapresiasi kolaborasi ABG yang diinisiasi PT Nosé Herbal Indo melalui gelaran Nosé Innovation Day.

"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi ABG ini. Konsep ini bisa membawa negara kita maju dan mandiri dalam bidang obat dan makanan," katanya. 

Ia juga mengapresiasi Nosé Innovation Center sebagai pusat kolaborasi ABG. Menurutnya, hal itu bisa menjadi contoh bagi industri kosmetik untuk melahirkan inovasi-inovasi unggul. "Dengan begitu produknya memiliki kualitas bagus, aman, dan berkhasiat tinggi. Sehingga, Indonesia tidak kekurangan material dan orang-orang pintar, dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Taruna. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya