Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DATA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan industri kosmetik nasional terus mencatatkan kinerja positif. Sepanjang 2025, pendapatan pasar kosmetik Indonesia mencapai sekitar Rp35,6 triliun dan diperkirakan tumbuh sebesar 4,73% per tahun.
Segmen personal care, skincare, dan makeup menjadi kontributor dominan seiring meningkatnya kebutuhan perawatan diri dan kesadaran konsumen.
Dengan tingginya tingkat konsumsi, keterbukaan informasi dan transparansi proses produksi jadi semakin relevan dalam membangun akuntabilitas dan kredibilitas sebuah brand.
Dalam konteks itu, industri kosmetik Pinkflash mengambil langkah proaktif untuk membangun kembali kepercayaan pasar melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Strategi tersebut mencakup peluncuran produksi lokal di Indonesia, penerapan PinkPromise Transparent Factory Traceability Program, serta program penukaran dan pembaharuan produk dalam skala besar.
“Kami memahami kepercayaan konsumen adalah fondasi utama industri kosmetik. Produksi lokal ini merupakan langkah strategis jangka panjang sekaligus komitmen kami menghadirkan kualitas terbaik dengan sistem lebih transparan dan akuntabel. Setiap proses, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan,” ujar Noviana, representatif Pinkflash Indonesia, Senin (23/2/2026).
Noviana menambahkan melalui PinkPromise Transparent Factory Traceability Program, pihaknya membuka akses informasi seluas-luasnya kepada konsumen sebagai bagian dari komitmen membangun standar industri yang lebih transparan, berkelanjutan, dan terpercaya.
Ia menerangkan produksi lokal pinkflash secara bertahap dimulai pada 31 Januari 2026 dengan fokus awal pada kategori palette eyeshadow, dan akan diperluas dengan rencana pelokalan bertahap pada kategori lainnya.
"Produksi ini menekankan keterbukaan proses manufaktur, pengujian kualitas berlapis, serta publikasi uji Badan POM dan laboratorium independen pihak ketiga sebagai bentuk akuntabilitas kami kepada publik," kata Noviana.
Dalam implementasinya, Pinkflash bermitra dengan PT Aesthetic & Health Beauty, produsen kosmetik yang berdiri sejak 2006 dan berlokasi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Selain memproduksi makeup dan perawatan kulit, perusahaan ini juga menangani produksi sejumlah merek global, termasuk L’Oréal. PT Aesthetic & Health Beauty memiliki sertifikasi CPKB tingkat A, ISO 22716, GMPC, serta sertifikasi halal, dengan sistem produksi yang memungkinkan penelusuran hingga ke batch bahan baku terkecil.
Untuk pengujian kualitas, jelasnya, dilakukan melalui laboratorium internal dan laboratorium independen pihak ketiga, mencakup uji stabilitas, mikrobiologi, logam berat, serta pengujian lain sesuai standar.
"Informasi produksi dan hasil pengujian tetap dapat diakses konsumen melalui QR Code pada kemasan sebagai bagian dari mekanisme transparansi berkelanjutan," terangnya.
Ia melanjutkan selain aspek produksi, strategi pemulihan kepercayaan dijalankan melalui distribusi langsung kepada konsumen. Sebanyak 20 ribu unit disalurkan melalui program penukaran gratis. Distribusi tahap awal difokuskan di Jawa Tengah. Tahap selanjutnya, program distribusi direncanakan diperluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
"Ekspansi ini jadi bagian dari transformasi strategis jangka panjang kami, yang tidak hanya berfokus terhadap relokasi produk, tetapi juga penguatan transparansi rantai pasok dan kualitas interaksi dengan konsumen," tutupnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved