Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Badan POM Dorong Hilirisasi Riset di Perguruan Tinggi

Indrastuti
14/12/2025 09:17
Badan POM Dorong Hilirisasi Riset di Perguruan Tinggi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mendorong hilirisasi riset perguruan tinggi lewat penguatan sinergi academic-business-government (ABG) dalam ekosistem pendidikan tinggi dan industri kesehatan. Karena itu, Badan POM berharap pendirian Pancasila Pharmaceutical Industry (PPI) menjadi salah satu contoh nyata masuknya industri ke kampus untuk mempercepat proses riset, pengembangan, hingga produksi obat.

"Kami berharap fasilitas ini jadi model integrasi antara pendidikan, riset dan industri," kata Kepala Badan POM Taruna Ikrar saat peresmian PPI, fasilitas industri farmasi di bawah payung Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (UP), di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Ia mengatakan inovasi dan pengembangan industri kesehatan tidak dapat dipisahkan dari peran strategis dunia akademik. Kampus menjadi pusat riset dan pengembangan produk, dan pemerintah memastikan hasil riset. PPI, ucap dia, mendorong penerapan konsep sinergi akademisi, bisnis, dan pemerintah (ABG). Melalui skema ini, riset dimulai dari kampus, kemudian dikembangkan bersama industri hingga siap diproduksi dan dimanfaatkan masyarakat.

"Selama ini relasi yang kuat terbangun antara pemerintah dan akademik, serta pemerintah dan bisnis. Dengan model ini, Badan POM berkolaborasi langsung dengan kampus," terang Taruna.

Badan POM pun berkomitmen memberi dukungan bagi UP seperti asistensi teknis, pendampingan sertifikasi, dan percepatan proses perizinan. "Badan POM akan mendampingi dari sisi regulasi dan sertifikasi. Ini bentuk komitmen kami agar industri farmasi berbasis kampus bisa tumbuh dan berdaya saing," tutur Taruna.

Taruna berharap kolaborasi ini memperkuat kapasitas perguruan tinggi di bidang farmasi serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan dan kemandirian industri obat nasional.

PPI merupakan bagian dari gedung baru Fakultas Farmasi UP yang diresmikan. Gedung baru yang diresmikan akan jadi pusat pengembangan pendidikan, penelitian, dan hilirisasi produk farmasi. 

Rektor UP Prof Adnan Hamid menyatakan kolaborasi kali ini merupakan bukti dukungan pemerintah bagi perguruan tinggi, khususnya Fakultas Farmasi UP. "Ini bukti jelas dukungan pemerintah pada kampus, dan semoga ini bisa mendapatkan berkah," ucapnya.

Dekan Fakultas Farmasi UP Prof Syamsudin menambahkan fasilitas PPI yang menjadi bagian dari gedung baru, saat ini dalam proses sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Fasilitas itu dirancang untuk memperkuat fungsi tridarma perguruan tinggi dengan memberikan pengalaman pembelajaran berbasis industri bagi mahasiswa, mendukung penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta membuka peluang komersialisasi dan hilirisasi produk berbahan alam.

"Dengan standar produksi setara industri, universitas memiliki kapasitas lebih besar menghasilkan produk obat bahan alam yang dapat dikembangkan bersama pemerintah, industri, dan komunitas," ujar dia.

Dengan diresmikannya gedung baru beserta fasilitas produksi berstandar industri, Fakultas Farmasi UP menegaskan komitmen dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan sektor kesehatan dan industri farmasi nasional. 

"Kami juga percaya kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengembangan obat bahan alam Indonesia. Untuk itu, kami membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi semua pemangku kepentingan untuk sama-sama mendorong kemajuan sektor farmasi melalui penelitian, pengembangan produk, dan hilirisasi berkelanjutan," harapnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya