Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Belajar dari Ben Affleck: Mengapa Membiarkan Anak Memilih Jalur Hidupnya Sendiri itu Penting?

Nike Amelia Sari
18/1/2026 20:41
Belajar dari Ben Affleck: Mengapa Membiarkan Anak Memilih Jalur Hidupnya Sendiri itu Penting?
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BEN Affleck, sutradara dan aktor papan atas, mengambil langkah bijak dengan tidak mendikte masa depan ketiga buah hatinya dari pernikahan dengan Jennifer Garner. 

Walau memiliki karier cemerlang di industri sinema, ia lebih memilih agar anak-anaknya menggali potensi diri tanpa bayang-bayang nama besar orangtua.

Dalam peluncuran film The Rip pada 13 Januari 2026, pria berusia 53 tahun ini membagikan prinsip pengasuhannya terhadap ketiga anaknya yaitu Violet (20), Seraphina (17), dan Samuel (13).

"Kami benar-benar ingin memberi mereka ruang untuk mencari tahu apa yang ingin mereka lakukan," ungkapnya kepada E! News.

Ia menegaskan tidak akan memaksakan mereka mengikuti jejaknya di dunia seni peran. "Saya tidak akan mendorong mereka ke arah itu. Mereka cerdas, menyenangkan, dan luar biasa, dan kami mencintai mereka serta bangga pada mereka," jelas Affleck.

Sisi Positif Memberikan Kebebasan Memilih pada Anak

Sikap suportif seperti yang ditunjukkan Ben Affleck ternyata membawa dampak luar biasa bagi perkembangan mental anak. Terkadang, orangtua terjebak pada keinginan untuk mengatur segalanya tanpa mendengar apa yang sebenarnya dicita-citakan oleh sang anak.

Mengutip dari laman Motherly, berikut adalah deretan manfaat saat orangtua memberikan hak suara kepada anak untuk menentukan pilihannya.

  1. Memupuk Keyakinan Diri

    Mengambil keputusan adalah latihan mental yang krusial. Saat seorang anak berhasil memilih sesuatu yang membawa dampak baik, ia akan merasa kompeten dan percaya pada kemampuannya sendiri.

  2. Meminimalisasi Ledakan Emosi

    Banyak ledakan emosi pada anak dipicu oleh perasaan tidak berdaya atau kurang kendali atas dirinya sendiri. Memberi mereka ruang untuk memilih dapat meredam frustrasi karena mereka merasa memegang kendali atas hidupnya.

  3. Memberikan Rasa Berharga

    Mengakui pilihan anak berarti menghargai eksistensi mereka. Meski ide mereka terkadang tampak sederhana di mata orang dewasa, validasi dari orangtua membuat anak merasa dihargai dan diberdayakan.

  4. Melatih Sikap Bertanggung Jawab

    Dengan dibiasakan memilih sejak kecil—bahkan dari hal-hal rutin—anak akan paham bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Hal ini melatih mereka untuk lebih dewasa dalam menghadapi hasil dari setiap keputusan.

  5. Mengasah Kemampuan Problem Solving

    Tidak semua pilihan berujung manis. Namun, dari kesalahan itulah anak belajar cara mencari solusi dan memperbaiki langkah mereka di masa depan.(H-2)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya