Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan telah tiba, salah satu perlengkapan penting bepergian selain payung yakni jas hujan. Namun, jas hujan yang habis dipakai kerap tak diurus, ditaruh begitu saja hingga kotor, rusak bahkan bau apek karena tak segera dibersihkan. Tentu, ada cara yang tepat untuk merawat jas hujan supaya tak mudah rusak dan awet.
Berikut 5 kiat merawat jas hujan agar tidak mudah rusak dan bau apek;
Dengan beragam gaya, bahan dan jenis jas hujan yang ada saat ini, sangat penting untuk membaca cara perawatannya, biasanya terdapat pada label di bagian dalam jas hujan. Apabila perawatan jas hujan bisa dicuci dengan mesin cuci, pastikan kamu menutup semua resleting atau kancing. Apabila tidak disarankan dengan mesin cuci, kamu bisa mencucinya dengan tangan.
Cucilah jas hujan dengan air dingin, karena jika dengan air panas bisa melembutkan lapisan vinil dan plastik sehingga meninggalkan kerutan.
Gunakan deterjen secukupnya dan hindari menggunakan terlalu banyak deterjen. Apabila menggunakan deterjen terlalu banyak akan merusak lapisan luar jas dan membuatnya tidak kedap air.
Apabila terdapat noda di jas hujan, sebaiknya sebelum mencuci bersihkan terlebih dahulu nodanya. Apabila kamu memiliki jas hujan dengan bahan plastik, kamu bisa membersihkan jas lebih dulu dengan menggunakan kain mikrofiber basah yang telah diberi deterjen atau sabun pencuci piring.
Setelah dicuci, keringkan jas hujan dengan menjemurnya dan biarkan hingga benar-benar kering secara alami. Pastikan jas hujan telah mengering dengan sempurna agar tidak memiliki bau tak sedap.(M-2)
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved