Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN jagung parut sebagai pengobatan tradisional untuk cacar tidak memiliki dasar ilmiah. Cara ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi lebih lanjut pada luka atau kulit yang sudah rusak.
"Parutan jagung dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sudah terinfeksi cacar, yang pada akhirnya memperburuk kondisi dan memperlama proses penyembuhan," ungkap Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Fitria Agustina dikutip dari Antara, Kamis (22/8).
Fitria, yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa jagung parut adalah bahan yang tidak steril, sehingga dapat memperparah infeksi kulit yang sudah ada.
Baca juga : Cacar Monyet Bisa Menular Melalui Percikan Ludah
Untuk membantu proses penyembuhan luka cacar, Fitria menyarankan agar pasien mengikuti perawatan yang telah direkomendasikan oleh dokter, seperti menggunakan salep atau pelembap yang tepat.
"Untuk mengatasi bekas luka cacar, langkah yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan kulit dan menggunakan pelembap atau salep yang telah direkomendasikan oleh dokter," ujarnya.
Lebih lanjut, Fitria menekankan pentingnya menjaga kulit yang terinfeksi tetap bersih dan kering, dengan mencuci menggunakan sabun ringan dan air bersih.
Baca juga : Kurangnya Kesadaran Bahaya Penyakit Mpox di Masyarakat
Penggunaan pelembap yang ringan juga dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kulit menjadi kering serta iritasi.
Jika terdapat infeksi sekunder, dokter dapat meresepkan antibiotik topikal atau oral untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
"Jangan menggaruk area yang terinfeksi, karena hal ini dapat menyebarkan infeksi dan memperburuk kondisi kulit," tambahnya.
Selain itu, Fitria juga memperingatkan untuk tidak menggunakan bahan-bahan alami yang belum terbukti secara ilmiah, seperti jagung parut, atau bahan lain yang tidak direkomendasikan oleh tenaga medis.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan selama proses penyembuhan luka infeksi, karena hal ini dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka atau hiperpigmentasi. (Ant/Z-10)
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
ISPA tidak menyerang semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat kelompok tertentu yang jauh lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Infeksi cacing secara kronis dapat menurunkan produksi ayam petelur, baik dari segi kuantitas maupun bobot telur.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Tanaman jagung berasal dari wilayah Mexico dan kini dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jagung adalah salah satu sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi di Indonesia.
Menurutnya, jika gaya komunikasi konfrontatif ini terus dipertahankan, Tani Merdeka berisiko kehilangan posisi sebagai mitra strategis pemerintah.
PERUM Bulog Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah melaksanakan program serapan gabah dan jagung petani mencapai 86, 859 ton pada 2025 lalu.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Secara gizi, jagung kaya akan karbohidrat, serat, vitamin B, serta mineral seperti magnesium dan fosfor, sehingga baik untuk sumber energi dan kesehatan tubuh.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, sosok Boimin atau akrab disapa Pak Bo dikenal sebagai petani yang tekun, bijak, dan dermawan ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved