Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis onkologi Kartiwa Hadi Nuryanto mengatakan melakukan gaya hidup sehat dapat menghindari seorang perempuan terpapar virus humanpapilloma atau HPV, yang menyebabkan kanker serviks.
"Gaya hidup yang baik, olahraga yang baik, deteksi dini, dan melakukan vaksinasi itu sudah cukup untuk menghindari seorang perempuan dari kanker serviks," kata dokter yang berpraktik di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo itu dalam diskusi kesehatan mengenai kanker serviks
yang diikuti secara daring, dikutip Kamis (8/8).
Kanker serviks disebabkan virus humanpapilloma yang bersarang di leher rahim perempuan. Virus tersebut bisa bertumbuh menjadi kanker jika tidak menjalani gaya hidup yang sehat seperti tidak berolahraga atau mengonsumsi makanan tidak sehat.
Baca juga : Ini Pentingnya Vaksinasi HPV dan USG untuk Remaja Perempuan
Virus tersebut menyerang kekebalan tubuh dan bisa terdeteksi hanya dengan pemeriksaan leher rahim melalui pap smear atau tes IVA.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu juga mengatakan virus HPV tidak diturunkan oleh keluarga sehingga untuk mencegah terinfeksi virus ini harus menjaga kebersihan organ kewanitaan.
"Apakah dari dudukan toilet bisa terkena virus HPV? Bisa saja, virus itu bisa ditemukan di mana saja dan hebatnya HPV bisa tahan berminggu-minggu. Jadi, bagaimana menjaga menghindari supaya tidak terkena virus HPV kita usaha untuk jaga kebersihan saja," ujar Kartiwa.
Baca juga : Cegah Keganasan Kanker Serviks Melalui Skrining Dini dan Vaksinasi
Kartiwa menyebut kanker serviks termasuk penyebab kematian terbanyak di Indonesia yang berhubungan dengan kehamilan yakni sekitar 250.000 kematian, menurut data WHO.
Tidak hanya perempuan, laki-laki juga bisa terpapar virus HPV, namun kejadiannya sedikit dan bisa menyerang organ tubuh lainnya seperti kanker tenggorokan dan kanker di daerah kemaluan pria.
Untuk mencegah angka kejadian kanker serviks, pemerintah telah melakukan sosialisasi dengan target 90% anak perempuan Indonesia berusia 15 tahun sudah mendapatkan imunisasi HPV gratis pada 2027.
Masyarakat juga diminta aktif mencari informasi mengenai imunisasi HPV untuk anak perempuan untuk mengurangi risiko terpapar virus HPV.
Bagi mereka yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks dilakukan berupa pemeriksaan pap smear atau tes IVA satu hingga dua tahun sekali. Tes tersebut sudah ditanggung BPJS. (Ant/Z-1)
Negara maju mulai melihat penurunan kasus, sementara negara berkembang masih menghadapi angka kematian yang tinggi.
Deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks. Hal ini karena infeksi HPV risiko tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki usia 11 tahun pada 2027.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Ilmuwan temukan cara baru deteksi kanker serviks lewat darah menstruasi. Metode non-invasif ini tawarkan akurasi tinggi dan kenyamanan skrining dari rumah.
ANTUSIASME masyarakat Kota Kupang terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melampaui ekspektasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (3/2), jumlah pendaftar mencapai 370 orang.
Sebanyak 34 persen posisi diisi oleh perempuan, sementara 13 persen dipegang oleh pemimpin muda berusia di bawah 40 tahun.
Perempuan pekerja di industri kelapa sawit pada umumnya bekerja di bagian perawatan dan administrasi yang relatif memiliki tingkat beban kerja fisik lebih ringan.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved