Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional, Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf mengatakan Data WHO menunjukkan setiap tahun, terdapat 703.000 orang bunuh diri dan ada diprediksi ada lebih banyak lagi jumlah orang yang melakukan percobaan bunuh diri.
“Bunuh diri adalah sebuah tragedi yang mempengaruhi keluarga, komunitas, dan seluruh negara serta berdampak kepada mereka yang ditinggalkan. Data juga menunjukkan bahwa bunuh diri merupakan penyebab kematian keempat terbanyak di pada kelompok usia 15-29 tahun,” kata Nova dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-198 bertajuk ‘Tantangan Kesehatan Mental Anak dan Remaja Indonesia 2045’ pada Rabu (31/7).
Menurut Nova, fase-fase remaja sangat rentan terkena gangguan kesehatan mental sebab pemikiran remaja masih terbilang abstrak, mereka senang mengambil risiko sehingga kerap kali mengambil keputusan-keputusan yang merugikan diri sendiri.
Baca juga : Kesehatan Mental Generasi Muda Penting dalam Proses Pembangunan Bangsa
“Terutama usia 14 sampai 18 tahun menjadi usia rentan yang terkena gangguan kesehatan jiwa, sehingga perlu dilakukan juga pelatihan-pelatihan tertentu sampai usia awal-awal kuliah yaitu 19 hingga 24 tahun agar mereka dapat melewati masa rentan itu secara baik,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Survei Kesehatan Nasional 2023, prevalensi penduduk dengan gejala depresi tertinggi terdapat pada kelompok anak usia muda yakni 15 hingga 24 tahun.
“Jika dikaitkan dengan depresi atau pernah mempunyai pikiran mengakhiri hidup, angkanya menjadi 61% anak muda depresi dalam satu bulan terakhir yang pernah berpikiran untuk mengakhiri hidup. Lalu ada 1,7% anak muda yang tidak depresi dan tidak berpikiran untuk bunuh diri,” ungkapnya.
Baca juga : Studi Kaukus Keswa: Pemilu 2024 Tingkatkan Risiko Kecemasan dan Depresi
Selain itu, Nova mengungkapkan bunuh diri sebagai salah satu manifestasi gangguan kesehatan mental tidak hanya terjadi di negara-negara high-income, tetapi sebuah fenomena global. Sebanyak 77% bunuh diri terjadi secara global di negara-negara low-and-middle income tahun 2019.
“Bunuh diri adalah problem kesehatan masyarakat serius; namun, bunuh diri bisa dicegah dengan intervensi cepat, berbasis bukti, dan berbiaya rendah. Untuk itu, setiap negara harus merancang strategi pencegahan bunuh diri efektif dengan pendekatan multisektoral yang komprehensif,” tuturnya.
Survei kesehatan Indonesia terbaru 2023 menunjukkan bahwa prevalensi depresi tertinggi terjadi pada kelompok usia 15-24 tahun dengan sebanyak 2 persen yang didominasi dari latar belakang ekonomi bawah. Gangguan mental juga terjadi lebih tinggi terkena perempuan yang tinggi di pedesaan.
Baca juga : Faktor Pemicu Gangguan Kesehatan Mental
“Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka gangguan kesehatan mental tertinggi di Indonesia dengan angka mencapai 3,3 persen. Dan dalam konteks generasi emas, minimal ada 20 kali percobaan bunuh diri yang dilakukan dan ada mayoritas data menunjukkan bahwa ada gangguan depresi yang menyertai bunuh diri,” tuturnya.
Nova menjelaskan bahwa Indonesia sebagai bagian dari anggota WHO memiliki target untuk secara bersama mengurangi angka bunuh diri sebesar 15% pada tahun 2030. Oleh karenanya pemerintah harus membangun sistem surveilan untuk memantau tindakan yang menyakiti diri sendiri dan bunuh diri sebagai indikator penanganan kesehatan mental.
“Meskipun sudah ada berbagai regulasi terkait kesehatan mental, tapi sayangnya kasus bunuh diri di Indonesia juga sulit terdata dengan baik sehingga sulit bagi kita untuk mempunyai data catatan bunuh diri secara nasional,” katanya.
Nova mengungkapkan harus ada upaya pencegahan bunuh diri itu melalui berbagai cara mulai dari preventif, primer sekunder, dan tersier. Selain itu, pihaknya juga sedang mengembangkan penelitian berbasis genomik dengan menelusuri hubungan gen-gen yang mempengaruhi perilaku bunuh diri seseorang.
“Berbagai upaya pencegahan misalnya meliputi intervensi sebelum efek kesehatan terjadi, deteksi dini faktor dan risiko ide bunuh diri pada remaja,” imbuhnya. (H-2)
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
Uji klinis terbaru menunjukkan terapi bertenaga DMT, zat aktif dalam ayahuasca,memberikan efek antidepresan cepat dan bertahan hingga 6 bulan bagi pasien depresi berat.
Riset James Cook University mengungkap olahraga efektif mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Temukan jenis latihan dan intensitas yang tepat untuk kesehatan mental.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved